Biaya cas mobil listrik di Irlandia kini setara bensin dan diesel

  Biaya pengisian mobil listrik di stasiun pengisian umum di Irlandia kini disebut sudah setara dengan biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, setelah operator pengisian daya kembali menaikkan tarif di tengah gejolak pasar energi. Dikutip dari Extra.ie, tarif pengisian publik untuk mobil listrik di Irlandia kini menjadi yang ketiga tertinggi di Eropa. Pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga menghadapi kenaikan harga di titik pengisian umum, dengan operator Ionity menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai salah satu pemicu lonjakan biaya. Ionity menaikkan tarif pengisian di gerai Circle K dari 81,5 sen euro per kWh menjadi 85 sen euro per kWh, atau naik sekitar 4%. Kenaikan ini membuat biaya pengisian daya di jaringan tersebut setidaknya setara dengan ongkos penggunaan bensin atau diesel jika dihitung per kilometer. Kenaikan tarif itu memicu kekhawatiran bahwa minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan semakin ...

Bursa Asia Naik Selasa (12/5) Pagi, Meski Trump Sebut Gencatan Senjata Iran Kritis

 

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (12/5/2026), meski muncul kembali keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis.

Trump pada Senin (11/5/2026) mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima.

“Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1%,” ujar Trump.

Meski demikian, pelaku pasar tampak tetap optimistis terhadap prospek pasar saham global.

Melasir data CNBC, di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,2%, sementara indeks TOPIX menguat 0,54%.

Bursa Korea Selatan mencatat penguatan lebih besar, dengan indeks KOSPI melonjak lebih dari 2% setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Sementara indeks saham kecil KOSDAQ naik 0,62%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak relatif datar.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Index tercatat di level 26.421, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 26.406,84.

Chief Investment Officer GammaRoad Capital Partners Jordan Rizzuto menilai, pasar saat ini berada dalam kondisi “show me market”, yakni investor cenderung tidak lagi bereaksi berlebihan terhadap risiko geopolitik kecuali benar-benar berdampak pada fundamental ekonomi maupun kinerja korporasi.

Menurut Rizzuto, setelah melewati pandemi, lonjakan inflasi, kenaikan suku bunga agresif, hingga kekhawatiran perang tarif dalam beberapa tahun terakhir, investor kini terbiasa memanfaatkan pelemahan pasar sebagai peluang beli.

Ia juga menyoroti faktor struktural yang turut menopang reli pasar, seperti aliran dana ritel ke leveraged exchange traded fund (ETF) dan call options.

Kondisi tersebut mendorong dealer membeli saham acuan sebagai lindung nilai, sehingga memperkuat strategi hedging dan menambah perlindungan terhadap risiko penurunan pasar.

Sementara itu, pada perdagangan Senin (11/5/2026) waktu AS, indeks-indeks utama Wall Street kembali ditutup menguat.

Indeks S&P 500 naik 0,19% ke level 7.412,84 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,10% ke posisi 26.274,13. Kedua indeks tersebut kembali mencetak rekor tertinggi intraday maupun penutupan baru.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 95,31 poin atau 0,19% ke level 49.704,47.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)