Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya?

Selasa, 26 Mei 2026 / 08:41 WIB INDEKS BERITA Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya? ILUSTRASI. Perak (REUTERS/Edgar Su) Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak diperdagangkan di atas US$ 77 per ons troi pada hari Selasa (26/5), setelah naik hampir 4% pada hari sebelumnya. Harga perak didukung oleh indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan berpusat pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Pada momen itu AS akan mencabut blokade, sementara Iran akan mengizinkan pengiriman melalui Hormuz untuk dilanjutkan. Baca Juga: Harga Emas dan Perak Diproyeksi Tertahan pada Mei 2026, Begini Kata Analis Namun, hambatan besar tetap ada, terutama terkait program nuklir Iran dan desakannya untuk mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. Sementara itu, harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. Terlepas dari pemulihan baru-baru ini, harga perak masih turun sekitar 17% sejak konflik dimulai, karena kekhawatiran akan guncangan inflasi yang didorong oleh energi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini