Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya?

Selasa, 26 Mei 2026 / 08:41 WIB INDEKS BERITA Harga Perak Melonjak 4%, Apa Sentimen Penggerak Utamanya? ILUSTRASI. Perak (REUTERS/Edgar Su) Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak diperdagangkan di atas US$ 77 per ons troi pada hari Selasa (26/5), setelah naik hampir 4% pada hari sebelumnya. Harga perak didukung oleh indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan berpusat pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Pada momen itu AS akan mencabut blokade, sementara Iran akan mengizinkan pengiriman melalui Hormuz untuk dilanjutkan. Baca Juga: Harga Emas dan Perak Diproyeksi Tertahan pada Mei 2026, Begini Kata Analis Namun, hambatan besar tetap ada, terutama terkait program nuklir Iran dan desakannya untuk mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut. Sementara itu, harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut. Terlepas dari pemulihan baru-baru ini, harga perak masih turun sekitar 17% sejak konflik dimulai, karena kekhawatiran akan guncangan inflasi yang didorong oleh energi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini