Prabowo kejar ekonomi tumbuh 6,5% dengan defisit lebih rendah
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target defisit fiskal Indonesia tahun 2027 di kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), seiring ambisinya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6,5%.
Dalam pidato kenegaraan di parlemen pada Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat langsung bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya yakin setiap patriot akan mendukung ini bumi, air, dan semua sumber daya di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo, seperti dikutip Channelnewsasia.
Target defisit tersebut jauh lebih rendah dibanding proyeksi Kementerian Keuangan untuk 2026 sebesar 2,9% terhadap PDB yang telah memperhitungkan dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global.
Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi 2027 berada di rentang 1,5%-3,5%, dengan pertumbuhan ekonomi dipatok antara 5,8% hingga 6,5%.
Pernyataan Prabowo mengenai pengelolaan sumber daya alam muncul di tengah persiapan pemerintah membentuk lembaga khusus pengelola komoditas strategis nasional. Indonesia, sebagai produsen utama nikel, batu bara, timah, dan minyak sawit dunia, ingin meningkatkan penerimaan negara melalui pengendalian ekspor komoditas utama.
Rencana tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,5% pada perdagangan Selasa setelah kabar pembentukan badan pengelola komoditas mencuat.
Sorotan terhadap perekonomian Indonesia juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Lembaga pemeringkat Moody’s dan Fitch sebelumnya memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif karena menilai kredibilitas dan prediktabilitas kebijakan pemerintah melemah.
Tekanan terhadap pasar semakin besar setelah MSCI pada Januari lalu menyoroti persoalan transparansi pasar modal Indonesia dan memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier. Peringatan itu sempat memicu aksi jual besar-besaran senilai lebih dari US$120 miliar.
Sementara itu, dipasar valuta asing, rupiah terus mencetak rekor terendah baru meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi berulang kali.
Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Dalam pidatonya, Prabowo juga menetapkan target belanja negara sebesar 13,62%-14,80% terhadap PDB, sementara penerimaan negara diproyeksikan berada di level 11,82%-12,40% terhadap PDB.(DH)
Komentar
Posting Komentar