Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Prabowo kejar ekonomi tumbuh 6,5% dengan defisit lebih rendah

 

Presiden Prabowo Subianto menetapkan target defisit fiskal Indonesia tahun 2027 di kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), seiring ambisinya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai 6,5%.

Dalam pidato kenegaraan di parlemen pada Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat langsung bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya yakin setiap patriot akan mendukung ini bumi, air, dan semua sumber daya di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo, seperti dikutip Channelnewsasia.

Target defisit tersebut jauh lebih rendah dibanding proyeksi Kementerian Keuangan untuk 2026 sebesar 2,9% terhadap PDB yang telah memperhitungkan dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi global.

Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi 2027 berada di rentang 1,5%-3,5%, dengan pertumbuhan ekonomi dipatok antara 5,8% hingga 6,5%.

Pernyataan Prabowo mengenai pengelolaan sumber daya alam muncul di tengah persiapan pemerintah membentuk lembaga khusus pengelola komoditas strategis nasional. Indonesia, sebagai produsen utama nikel, batu bara, timah, dan minyak sawit dunia, ingin meningkatkan penerimaan negara melalui pengendalian ekspor komoditas utama.

Rencana tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,5% pada perdagangan Selasa setelah kabar pembentukan badan pengelola komoditas mencuat.

Sorotan terhadap perekonomian Indonesia juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Lembaga pemeringkat Moody’s dan Fitch sebelumnya memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif karena menilai kredibilitas dan prediktabilitas kebijakan pemerintah melemah.

Tekanan terhadap pasar semakin besar setelah MSCI pada Januari lalu menyoroti persoalan transparansi pasar modal Indonesia dan memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier. Peringatan itu sempat memicu aksi jual besar-besaran senilai lebih dari US$120 miliar.

Sementara itu, dipasar valuta asing, rupiah terus mencetak rekor terendah baru meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi berulang kali.

Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah pada 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Dalam pidatonya, Prabowo juga menetapkan target belanja negara sebesar 13,62%-14,80% terhadap PDB, sementara penerimaan negara diproyeksikan berada di level 11,82%-12,40% terhadap PDB.(DH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini