Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Saham AGII Merosot pada sesi I Hari Ini 20 September 2022

 


Saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) berada di zona merah pada perdagangan saham sesi pertama, Selasa, 20 September 2022.

Mengutip data RTI, saham AGII turun 1,26 persen ke posisi Rp 2.360 per saham. Saham AGII dibuka stagnan di posisi Rp 2.390 per saham. Saham AGII berada di level tertinggi Rp 2.440 dan terendah Rp 2.360 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.942 kali dengan volume perdagangan 42.267 saham. Nilai transaksi Rp 10,1 miliar.

Pada sesi pertama, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan hingga penutupan perdagangan sesi pertama. IHSG naik tipis 0,15 poin ke posisi 7.195,64. Indeks LQ45 menguat 0,42 persen ke posisi 1.029,07. Sebagian besar indeks acuan melemah.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.252,18 dan terendah 7.186,24. Sebanyak 324 saham melemah sehingga menekan IHSG. 198 saham menguat dan 161 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 871.433 kali dengan volume perdagangan 20,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.956.

Mayoritas sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXenergy merosot 1,38 persen, dan pimpin koreksi. Diikuti indeks sektor saham IDXproperty turun 1,14 persen, indeks sektor saham IDXbasic tergelincir 0,89 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur susut 0,64 persen, indeks sektor saham IDXfinance merosot 0,49 persen, dan indeks sektor saham IDXindustry melemah 0,40 persen.

Saham AGII sempat melambung signifikan pada perdagangan 19 September 2022. Pada penutupan perdagangan 19 September 2022, saham AGII naik 10,65 persen ke posisi Rp 2.390 per saham.

Saham AGII berada di level tertinggi Rp 2.450 dan terendah Rp 2.140 per saham. Total volume perdagangan 20.295.900 saham. Nilai transaksi Rp 47,2 miliar. Total frekuensi perdagangan 6.060 kali.

Pada pekan lalu tepatnya 12-16 September 2022, saham AGII turun tipis 0,46 persen ke posisi Rp 2.160 per saham. Saham AGII berada di level tertinggi Rp 2.250 dan terendah Rp 2.130 per saham. Total volume perdagangan saham 28.896.100 saham. Nilai transaksi Rp 63 miliar. Total frekuensi perdagangan 9.450 kali.

Sepanjang 2022, saham AGII meroket 57,76 persen ke posisi Rp 2.390 per saham. Saham AGII berada di level tertinggi Rp 2.680 dan terendah Rp 1.365 per saham. Total volume perdagangan 1.380.707.460 saham.  Nilai transaksi Rp 2,6 triliun. Total frekuensi perdagangan 471.768 kali.

Sepanjang semester I 2022, PT Aneka Gas Industri Tbk membukukan penurunan penjualan dan laba. Penjualan perseroan turun tipis 2,27 persen menjadi Rp 1,26 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,29 triliun.

Beban pokok penjualan susut 1,39 persen menjadi Rp 691,42 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 701,20 miliar.

Laba kotor tercatat Rp 574,95 miliar hingga Juni 2022. Laba kotor turun 3,3 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 594,59 miliar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk merosot 46,66 persen menjadi Rp 50,60 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 94,89 miliar. Dengan melihat kondisi itu, laba per saham dasar perseroan turun menjadi Rp 17 pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 31.

Total ekuitas  naik menjadi Rp 3,61 triliun pada semester I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 3,58 triliun. Total liabilitas perseroan susut menjadi Rp 4,48 triliun pada semester I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 4,58 triliun.  Aset perseroan susut menjadi Rp 8,09 triliun pada Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 8,16 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 661,53 miliar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)