Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Laba industri di China tumbuh 21%

PT BESTPROFIT Kondisi ekonomi China yang dibayangi perlambatan lantaran terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS), ternyata masih dalam koridor positif.Biro Statistik China mencatat, profit perusahaan industrial China per Mei 2018 menunjukkan peningkatan cukup tajam sebesar 21,1% menjadi 607,1 miliar yuan atau US$ 92 miliar. 

Ini sedikit turun jika dibanding pertumbuhan April 2018 yang sebesar 21,9%.Dalam lima bulan pertama di 2018, industri China membukukan laba 2,73 yuan atau meningkat 16,5% dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut lebih besar dibanding empat bulan pertama tahun 2018 yang hanya naik 15%. BEST PROFIT

Pejabat Biro Statistik China He Ping mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keuntungan yang melonjak di bulan Mei 2018 didorong oleh kenaikan harga jual dan biaya operasional yang lebih rendah. Ini didukung oleh kenaikan inflasi harga dalam dua bulan berturut-turut menjadi 4,1%.

Pertumbuhan laba didukung oleh industri alat berat, pengolahan logam besi, bahan kimia serta minyak dan gas bumi," ujar He Ping seperti dikutip Reuters.Keuntungan perusahaan di industri komputer, telekomunikasi dan elektronik naik 1,9% secara tahunan pada periode Januari-Mei. Sektor tersebut pulih setelah mencatat kerugian hingga April 2018. BESTPROFIT

Beberapa analis mengatakan pertumbuhan laba yang kuat mencerminkan pemulihan produksi dari pelonggaran kebijakan polusi yang keras hingga telah menutup produksi di banyak pabrik. Kami berpendapat bahwa pertumbuhan lab sebagian besar merupakan pemulihan dari pengurangan pencemaran, yang dalam angka-angka kami mengakibatkan perlambatan signifikan dalam produksi industri selama musim dingin," kata Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics.
 
Meski begitu Julian melihat tidak cukup sentimen untuk mengharapkan hal itu terus berlanjut." Dalam pandangan kami, prospek jangka menengah masih belum bagus," katanya. Beijing saat ini berusaha untuk menjalankan strategi di antara dukungan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi risiko keuangan, dengan membuat kebijakan menggelontorkan lebih banyak dana pinjaman dengan cara memotong tingkat cadangan yang diperlukan bagi bank sebanyak dua kali sejak April.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025