Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wall Street naik tipis menanti hasil pertemuan Donald Trump - Kim Jong Un

PT BESTPROFIT Ketiga indeks saham utama AS ditutup sedikit lebih tinggi pada Senin. Investor mengamati KTT Amerika Serikat-Korea Utara yang bakal berlangsung hari ini di Singapura. Mereka mengabaikan sementara pertemuan akhir pekan yang ganas dari G7. 

Presiden Donald John Trump mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari pernyataan gabungan G7 menyusul serangkaian tweet gencar yang ditujukan pada Perdana Menteri Justin Trudeau, setelah pemimpin Kanada itu mengumumkan tarif pembalasan atas barang-barang yang diimpor dari Kanada ke AS. 

Pasar tampaknya lebih memandang pertemuan antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam rangka menghindari konfrontasi nuklir di semenanjung Korea.  Dengan G7 semua orang tahu ada masalah yang mungkin tidak akan selesai," kata Bucky Hellwig, Wakil Presiden Senior di BB & T Wealth Management di Birmingham, Alabama. "Fokusnya adalah pada kemungkinan sesuatu yang baik keluar dari KTT di Singapura. BEST PROFIT

Investor juga mengantisipasi agenda moneter tiga bank sentral utama dunia: Federal Reserve AS, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan (BOJ).The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga utama pada hari Rabu dan pada Kamis. ECB terlihat bergerak menuju kemunduran skema stimulus era-krisis. 

Dengan tingkat kenaikan bunga Fed yang akan kita dapatkan pada hari Rabu, kita akan mendekati tingkat inflasi inti," kata Hellwig. "Di sisi lain, angka-angka ekonomi tampak hebat.Imbal hasil obligasi pemerintah AS (treasury) naik karena Departemen Keuangan melihat permintaan yang kuat di lelang sebesar US$ 54 miliar tenor tiga dan 10 tahun, menjelang pertemuan Fed. BESTPROFIT

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,78 poin (0,02%) menjadi 25,322.31. Indeks S&P 500 naik 2,97 poin (0,11%) menjadi 2.782. Adapun Nasdaq Composite menambahkan 14,41 poin (0,19%) menjadi 7.659,93.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)