Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kontrak 20 tahun, PLN beli listrik Malaysia 200 MW


PT BESTPROFIT PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Wilayah Kalimantan Barat saat ini membeli listrik dari perusahaan listrik Sesco Malaysia sebesar 200 MW.Sejak dilakukan kerja sama jual beli listrik antara Indonesia-Malaysia pada awal 2016 lalu, pembelian listrik meningkat seiring kebutuhan yang ada," ujar Manajer Area Penyaluran dan Pengatur Beban PLN Kalbar, Ricky Faisal seperti ditulis Antara Pontianak, Kalbar.

Dia menyebutkan, beban puncak di Kalbar terjadi pada malam hari dan khusus Ramadan ini ditambah dini hari saat sahur. "Saat beban puncak, suplai dari Sesco Malaysia mencapai 200 MW. Jika siang hari, kami beli listrik sekitar 100 MW saja," jelasnya.Kerja sama jual beli Indonesia-Malaysia berlangsung selama 20 tahun. Pada fase pertama antara 2016-2021, pembayarannya sesuai kebutuhan. BEST PROFIT

Pada fase pertama kami bayar tergantung pemakaian. Namun, fase kedua, pembayaran sesuai kontrak yakni dipakai atau tidak, harus dibayar," jelas dia.Ricky menambahkan meski daya di Sistem Khatulistiwa yang melayani tujuh kabupaten di Kalbar mengalami surplus sekitar 165 MW, namun pembelian dari Sesco tetap dilakukan. Sebab, listrik dari Malaysia lebih murah, karena di sana memakai pembangkit bersumber dari air yang murah dan kami masih banyak dari BBM yang mahal," kata dia.

Namun seiring waktu, pihaknya akan menghasilkan listrik dari pembangkit yang lebih murah dan bahkan lebih murah dari Malaysia. PLTU 3 di Tanjung Gundul, Bengkayang, berdaya 100 MW yang memakai batubara baru saja dioperasionalkan. Itu di antaranya yang menghasilkan listrik murah. Setelah itu, kami akan operasionalkan PLTU 2 dengan daya 55 MW dari batubara juga yang murah," papar Ricky. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini