Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

AS bakal menagih denda US$ 1,7 miliar dari ZTE

PT BESTPROFIT Pemerintahan Donald Trump dikabarkan segera menagih denda sejumlah US$ 1,7 miliar dari ZTE Corp. Amerika Serikat (AS) akan menghukum dan memperketat kontrol terhadap perusahaan telekomunikasi asal China itu, sebelum mencabut sanksi dan mengizinkannya kembali berbisnis. 

Seperti dilansir Reuters, Sabtu, sumber yang mengetahui rencana denda itu, menyebutkan, Washington juga meminta ZTE mengganti dewan dan tim eksekutifnya segera setelah 30 hari. Tetapi, kesepakatan itu masih belum rampung, hukuman serta persyaratan itu bisa berubah," ujar sumber tersebut. 

Negosiasi dengan ZTE dilakukan saat Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menuju Beijing akhir pekan ini untuk pembicaraan perdagangan.Sementara, perwakilan Departemen Perdagangan AS dan ZTE, belum menanggapi kabar tersebut.Status ZTE juga sempat menjadi tawar-menawar yang penting dalam pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara China dan AS pada awal Mei lalu.  BEST PROFIT

Jika Washington mengurangi sanksi terhadap ZTE, China dikabarkan akan membeli lebih banyak barang pertanian buatan Amerika. Presiden AS Donald Trump melalui cuitannya, bulan lalu, mengatakan kepada para pejabat Departemen Perdagangan untuk menemukan cara bagi ZTE agar kembali menjalankan bisnis. Ia kemudian menyebutkan denda sebesar US$ 1,3 miliar dan perubahan dewan serta manajemen puncak, sebagai cara untuk menghukum perusahaan sebelum mengizinkannya kembali berbisnis. 

Namun, penerapan sanksi yang lebih ringan terhadap ZTE mendapat perlawanan kuat di Kongres. Baik pihak senat Demokrat maupun Republik menuduh Trump tunduk pada tekanan dari Beijing untuk membantu perusahaan yang telah dicap sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS. Seperti diketahui, bisnis produsen peralatan telekomunikasi terbesar kedua asal China itu kini lumpuh. BESTPROFIT

Pasalnya, sejak 15 April lalu, Departemen Perdagangan AS melarang seluruh perusahaan AS menjual produk komponen selama tujuh tahun kepada ZTE. Padahal, selama ini ZTE mengandalkan suplai komponen dari perusahaan asal AS. Akibat pelarangan itu, ZTE diperkirakan telah kehilangan pemasukan lebih dari US$ 3 miliar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini