Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga emas masuk tren penurunan




PT BESTPROFIT Harga emas tampak bergerak naik sejak awal pekan. Per pukul 18.00 WIB kemarin, harga emas berada di US$ 1.334,10 per ons troi. Bila dihitung selama sepekan terakhir, harga si aurum ini sudah menguat 1,23%. 

Harga emas terus menanjak di awal pekan karena adanya konflik perang dagang global, yang dipantik oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mundurnya Gary Cohn dari jabatan sebagai penasihat ekonomi utama AS semakin membuat pelaku pasar khawatir. 

Meski begitu, kenaikan harga emas tampaknya tidak berlanjut. Per pukul 18.00 WIB kemarin, harga emas sudah kembali turun tipis 0,08% dibanding posisi penutupan hari sebelumnya. Harga emas kemarin berakhir turun di angka US$ 1.327,60 per ons troi. BEST PROFIT

Deddy Yusuf Siregar, analis Asia Tradepoint Futures, mengatakan, sentimen ini hanya sesaat. Mundurnya Cohn memang sempat menaikkan harga emas, tapi tidak berlangsung lama dan sekarang kelihatannya harga mulai turun lagi," kata Deddy, Rabu. 

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra juga menuturkan, pelaku pasar masih wait and see terhadap proses negosiasi Trump terkait kesepakatan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). BESTPROFIT

Trump berencana menarik kebijakan tarif impor jika berhasil mencapai kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan dengan NAFTA. "Kalau hasil kesepakatan positif, ketegangan perang dagang global bisa berkurang dan kemungkinan emas akan kembali terkoreksi," ujar Putu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini