Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Arah rupiah menanti data Amerika


PT BESTPROFIT Ekspektasi pasar terhadap kenaikan bunga acuan The Fed tampaknya masih membayangi pergerakan rupiah pada hari ini. Pelaku pasar kian yakin bunga The Fed bakal naik. Ekonom Senior Bank Mandiri Andri Asmoro menyebut, kini pelaku pasar masih menanti sejumlah data ekonomi AS yang dirilis sebelum pertemuan Federal Open Market Committee pada 21 Maret. 

Dari data itu, pasar bisa memperkirakan berapa kali The Fed akan menaikkan bunga acuan di tahun ini,” ujar dia, Jumat. Dari dalam negeri, Rabu nanti, BI akan mengumumkan posisi cadangan devisa. Tapi kemungkinan data tersebut tak terlalu mempengaruhi nilai tukar rupiah di pasar. BEST PROFIT

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menilai, kebijakan Presiden AS Donald Trump menaikkan bea masuk impor aluminium dan baja juga tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar mata uang secara global. Efeknya hanya sesaat,” kata dia, Jumat lalu. Lukman memprediksi rupiah hari ini bergerak antara Rp 13.750–Rp 13.825 per dollar AS. Adapun Andri menghitung rupiah bergerak antara Rp 13.700–Rp 13.800 per dollar AS. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini