Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Atasi pengungsi, AS akan kucurkan dana US$ 2,5 juta kepada Kolombia


PT BESTPROFIT Permintaan pembentukan dana untuk membantu Kolombia dalam mengatasi pengungsi Venezuela baru akan dibahas dana moneter internasional atau International Monetary Fund (IMF) bulan April 2018 mendatang. Kendati demikian, Amerika Serikat (AS) menyatakan akan segera mengucurkan bantuannya. 

Mengutip Reuters, Selasa (20/3), AS akan menyalurkan bantuan US$ 2,5 juta untuk makanan dan obat-obatan demi membantu warga Venezuela yang mengungsi dari negara mereka yang lumpuh secara ekonomi ke negara tetangga, Kolombia. Ini adalah kali pertama dana badan bantuan utama pemerintah AS digunakan untuk membantu tetangga Venezuela menangani masuknya ratusan ribu migran nekat yang berusaha lolos dari krisis yang memburuk di negara tersebut. BEST PROFIT

–– ADVERTISEMENT ––
Mark Green, administrator US Agency for International Development (USAID), mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dana US$ 2,5 juta akan digunakan untuk menyediakan bantuan darurat makanan dan kesehatan bagi migran Venezuela dan komunitas Kolombia yang menjadi tuan rumah mereka. 

Kolombia tengah dilanda banjir pengungsi dari Venezuela sebagai akibat dari kekacauan ekonomi dan politik Venezuela. Jumlah warga Venezuela yang tinggal di Kolombia melonjak 62% pada paruh kedua tahun lalu menjadi lebih dari 550.000 orang. Pemerintah Kolombia memperkirakan, biaya yang diperlukan adalah US$ 5 per hari untuk memasok setiap migran Venezuela dengan makanan dan tempat tinggal. BESTPROFIT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025