Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pelemahan dollar AS pertahankan penguatan rupiah


PT Best Profit Futures Pekanbaru Pelemahan indeks dollar Amerika Serikat (AS) yang masih bertahan hingga awal pekan ini membawa sentimen positif terhadap pergerakan rupiah. Valuasinya kembali ditutup menguat dari akhir pekan lalu. Keunggulan mata uang Garuda semakin diperkuat dengan sajian data ekonomi domestik yang positif. 

Di pasar spot, rupiah ditutup menguat 0,16% ke level Rp 13.332 per dollar AS. Sedangkan jika mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia valuasinya tercatat menguat 0,24% ke level Rp 13.330 per dollar AS. Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk melihat di awal pekan ini sentimen eksternal masih cukup mendominasi pergerakan rupiah. Best Profit Pekanbaru

Ditengah pasar AS yang libur merayakan hari Marthin Luther dan tidak adanya data ekonomi signifikan yang menyokong posisi greenback, indeks dollar semakin melemah.Dollar melemah hampir ke semua mata uang utama dunia,” terangnya.Sedangkan dari domestik, meski neraca perdagangan bulan Desember dirilis defisit US$ 270 juta tetapi menurutnya capaian sepanjang tahun 2017 yang masih surplus US$ 11,84 miliar tetap menjadi sentimen positif yang menguatkan posisi mata uang Garuda. PT Bestprofit Pekanbaru

Sementara itu dilain pihak Putu Agus Pransuamitra, Analis PT Monex Investindo Futures cenderung melihat penguatan rupiah terjadi karena posisi dollar AS yang semakin terpuruk. Indeks dollar AS jatuh setelah beberapa Bank Sentral lain berencana mempeketat kebijakan moneternya. Apalagi baru-baru ini European Central Bank (ECB) telah memberi sinyal untuk mengurangi pemberian stimulusnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini