Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Masih beredar di level tinggi, harga emas koreksi




PT Best Profit Futures Pekanbaru Harga emas masih bergerak kuat di atas level US$ 1.300 sejak awal tahun. Senin pukul 7.25 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari di Commodity Exchange tergerus 0,1% ke level US$ 1.321 per ons troi ketimbang posisi akhir pekan lalu. 

Meski koreksi, harga emas masih bertahan di atas US$ 1.320. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, harga emas masih bergerak di atas level tersebut. Penurunan harga emas hari ini salah satunya disebabkan oleh nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang menguat tipis. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia naik dalam dua hari berturut-turut. Best Profit Pekanbaru

Pagi ini, indeks dollar berada di 91,999, naik tipis dari posisi pekan lalu pada 91,949.Georgette Boele, analis ABN Amro mengatakan, harga emas berada dalam kondisi bullish cukup lama. "Ketika pasar sudah aktif lagi, harga emas akan kembali turun dan dollar AS akan pulih," kata dia kepada CNBC. 

Analisis Reuters pada kontrak fed funds futures CME Group menunjukkan, trader memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga hanya dua kali tahun ini, lebih rendah ketimbang rencana The Fed sebanyak tiga kali. Kenaikan suku bunga akan mengerek dollar AS dan menekan harga emas. PT Bestprofit Pekanbaru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)