Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Investor profit taking


PT Best Profit Futures Pekanbaru Setelah sempat menyentuh rekor di 6.445,91 jelang perdagangan sesi pertama berakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun di hari pertama perdagangan 2018. IHSG turun 0,26% menjadi 6.339,24. 

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra melihat, penurunan indeks saham ini dipengaruhi tingkat inflasi Desember yang cukup tinggi, yakni 0,71%. "Selain itu, para pelaku pasar pun melakukan aksi ambil untung alias profit taking," ujar dia, kemarin. Best Profit Pekanbaru

Aksi profit taking ini pun diperkirakan berlanjut hingga hari ini. Ia memprediksi IHSG akan melemah dan bergerak di kisaran 6.270–6.360.Secara teknikal, analis Erdikha Elit Sekuritas Okky Jonathan Siahaan melihat, indeks saham akan bergerak sideways cenderung melemah lantaran stochastic overbought dan sangat mahal. PT Bestprofit Pekanbaru

Namun, potensi January effect sangat mungkin terjadi," ujar dia.Hari ini, Okky memprediksi IHSG akan bergerak pada rentang 6.256–6.356. Tetapi jika level resistance tertembus, maka pergerakan bullish dapat berlanjut ke level 6.483. Saham yang menarik dicermati ialah ACES, ASII, CTRA, JSMR dan WIKA. Aditya menyarankan AALI, SMGR, JPFA, PGAS, ANTM dan ACES.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini