Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Terpisah oleh Tembok Israel, Keluarga Palestina Ini Dirikan "Republik"


PT BESTPROFIT - Logikanya, tembok yang terletak di utara Ramallah, Tepi Barat, telah memisahkan dua wilayah dengan jelas.

Di satu sisi adalah wilayah orang Palestina, sedangkan di sisi lain merupakan milik warga Israel.

Namun, jika diperhatikan dengan teliti, terdapat sebuah celah kecil di antara tembok tersebut yang menjadi wilayah tempat keluarga Jumaa berada. BESTPROFIT


Jumaa merupakan satu-satunya keluarga yang terdampak pembangunan tembok tambahan baru yang dilakukan Israel. BEST PROFIT

Karena pembangunan tembok tersebut, mereka terpisah dari kota Palestina terdekat, El-Bireh.

"Kami merasa berada di permukiman Israel meski saya orang Palestina. Kami merasa sendirian," kata Hossam Jumaa (54), kepala keluarga Jumaa kepada AFP Rabu (31/1/2018).

Jumaa terdiri dari tiga keluarga dengan 25 anggota yang tinggal di sebuah rumah di dalam tembok Tepi Barat.

Karena adanya tembok tersebut, mereka sering kali harus melewati pos militer Israel hanya untuk pergi ke wilayah Palestina guna membeli susu atau kebutuhan pokok lainnya.

Adik Hossam, Hakim Jumaa (50) memaparkan, awalnya pada 2015 mereka menerima informasi dari otoritas Israel bahwa mereka bakal memperluas tembok.

Meski memperluas tembok, keluarga Jumaa tetap berada di wilayah Palestina.

Namun, rencana itu berubah seiring ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel (6/12/2017).

Pernyataan tersebut membuat pembangunan tembok kembali diperluas hingga akhirnya Jumaa terpisah dari warga Palestina lainnya.

Saat itu, alasan Israel adalah pasca-pengakuan, warga mereka di Beit El sering diserang sebagai bentuk protes.

"Memang, tembok itu tidak sampai mencaplok wilayah pribadi atau menyakiti kami," ujar Hakim.

Namun, karena mereka berada di dalam tembok, otomatis keluarga itu bakal menjadi sasaran orang-orang Israel yang berniat mendirikan rumah di wilayah mereka.

Hossam menyatakan, dia ingat pada awal 1990-an, rumah mereka sering dilempari batu oleh para pendatang.

"Sekarang, setelah kami masuk ke dalam bagian Israel, kami takut bakal sering diserang oleh para pendatang," keluh Hossam.

Belum lagi adanya militer yang menggunakan jalan di dekat rumah mereka untuk menempatkan kendaraan.

Kondisi itu membuat anak-anak Jumaa menjadi takut untuk sekadar pergi sekolah, atau membeli makanan.

Hossam berujar, dia pernah meminta pemerintah Palestina untuk memprotes pembangunan tembok itu.

Namun, tambah Hossam, nyatanya para politisi Palestina hanya memberikan bantuan yang tidak terlalu berpengaruh kepada mereka.

Karena mereka sudah tidak punya siapapun di kawasan tersebut, Hakim dengan bercanda berkata bahwa mereka adalah keluarga merdeka.

"Mulai sekarang, kami bakal memanggil diri kami dengan Republik Besar Jumaa," kelakar Hakim.

Sumber : Kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)