Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Carlsberg ingin kuasai produsen bir terbesar kedua di Vietnam

PT BESTPROFIT Produsen bir asal Denmark, Carlsberg A/S, ingin memperkuat pasar bir di Vietnam. Carlsberg sedang bernegosiasi untuk membeli saham mayoritas Hanoi Beer Alcohol Beverage Corp (Habeco), produsen bir terbesar kedua di Vietnam. 

Carlsberg saat ini memiliki 17,51% saham Habeco. Adapun pemegang saham mayoritas Habeco adalah Pemerintah Vietnam. Seperti dilansir Bloomberg, Wakil Perdana Menteri Vietnam Vuong Dinh Hue membenarkan adanya negoisasi oleh pihak Carlsberg. 

Belum jelas berapa besar saham yang diincar Carlsberg. Namun, eks CEO Carlsberg Vietnam Tayfun Uner pada akhir 2016 pernah mengatakan, Carlsberg ingin meningkatkan penguasaan saham Habeco menjadi 61,79%.Pemerintah Vietnam memang berupaya mempercepat penjualan saham di sejumlah perusahaan milik negara untuk mempersempit defisit anggaran. BEST PROFIT

Penjualan saham di Habeco muncul pasca Thai Beverage yang bermitra dengan perusahaan lokal mencaplok mayoritas saham Saigon Beer Alcohol Beverage Corp (Sabeco) senilai US$ 4,8 miliar Desember 2017. Sabeco ialah produsen bir terbesar Vietnam. 

Maka itu, Pemerintah Vietnam tak mau menjual murah sahamnya di Habeco. Untuk menetapkan harga awal Habeco, Vietnam akan memakai patokan harga pada 20 hari perdagangan terakhir saham Habevo. "Perusahaan-perusahaan ini tidak diizinkan menjual di bawah harga dasar yang ditetapkan pemerintah," kata Hue. 

Carlsberg Vietnam dalam sebuah pernyataan menyebutkan, perundingan dengan Pemerintah Vietnam dan Habeco dilandasi dengan itikad baik, termasuk penggunaan harga wajar. "Carlsberg mendukung agenda privatisasi pemerintah dan berusaha menjadi mitra pemerintah melalui proses divestasi Habeco," tulis Carlsberg Vietnam. BESTPROFIT

Adapun harga saham Habeco telah melesat 57% dalam enam bulan terakhir, melebihi kenaikan indeks bursa VN Vietnam yang sebesar 38%.Pemerintah Vietnam menargetkan transaksi itu terwujud pada kuartal I-2018. 

Menurut Hue, rencana penjualan saham itu sebetulnya sudah sejak tahun lalu. Menurut Euromonitor International, populasi kelas menengah yang tumbuh tinggi di Vietnam membantu kenaikan permintaan bir sebesar 300% sejak tahun 2002.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini