Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dow Jones ditutup keok tersengat pernyataan Korut


Best Profit - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 kompak melemah pada penutupan perdagangan saham di AS. Dow Jones melemah 36,50 poin atau 0,17% ke level 20.975,78. Sementara S&P tergelincir 2,46 poin atau 0,1% ke level 6.120,59. Adapun Nasdaq menguat 17,93 poin atau 0,29% ke level 6.120,59.   

Bursa tertekan setelah Sky News melaporkan, duta besar Korea Utara untuk Inggris akan menjalankan tes nuklirnya yang keenam. "Mereka mungkin bisa membuat sejumlah kerusakan di regional Asia," ujar Bruce Bennett, analis senior pertahanan di Rand Corp. Padahal menurut Nick Raich, CEO The Earning Scout, kinerja emiten di kuartal I-2017 menggembirakan. Ini tampaknya menjadi puncak pertumbuhan pendapatan emiten di tahun ini. 

Tapi mungkin pasar memerlukan waktu untuk mencerna ini," kata Raicj. Sebelumnya, Bursa AS dibuka sumringah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi intraday untuk hari kedua berturut-turut. Mengutip Reuters, pada pukul 09:34 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 21,5 poin atau 0,1 % menjadi 21.033,78. Indeks S & P 500 naik 2,57 poin atau 0,11 % pada 2.401,95, sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa di 2.402,42. Nasdaq Composite naik 11,72 poin atau 0,19 % menjadi 6.114,38, setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di 6.119,47.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini