Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga minyak terlempar ke US$ 45 per barel


Bestprofit - JAKARTA. Harga minyak mentah semakin terpuruk. Sulitnya memangkas kelebihan pasokan minyak dunia menyeret harga minyak mentah dunia ke level terendah lima bulan. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pada Kamis ditutup dengan penurunan 4,8% ke US$ 45,52 per barel.  

Pagi ini, harga minyak AS di pasar berjangka Nymex untuk pengiriman Juni bergerak flat, dengan kenaikan hanya 0,02% ke US$ 45,53 per barel. Harga acuan minyak dunia Brent untuk kontrak aktif Juli berputar di kisaran US$ 48,41 pagi ini, setelah kemarin kehilangan 4,75% ke US$ 48,38 per barel. 

Pasar melanjutkan mencari titik terendah harga minyak,kata Gene McGillian, Manager Riset Pasar Tradition Energy di Stamford, Connecticut, dikutip CNBC. Harga minyak mentah dunia merosot akibat sulitnya memangkas pasokan minyak dunia. Negara penghasil minyak yang bergabung dalam  Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) sepakat memangkas pasokan minyak 1,8 juta barel per hari hingga Juni mendatang. 

Namun, langkah yang dilakukan sejak Januari tersebut seakan sia-sia, mengingat negara-negara lain di luar OPEC dan aliansinya menunjukkan peningkatan produksi. Amerika Serikat misalnya justru memompa lebih banyak minyak dalam 11 bulan terakhir. Dari data pemerintah AS Rabu, pasokan minyak AS dalam sepekan lalu turun 930.000 barel. Pengurangan ini jauh dari harapan pasar yaitu 2,3 juta barel. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini