Postingan

Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Menilik Proyeksi Investor Soal Iklim Investasi di Era Kepemimpinan Prabowo

  Era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto disambut cukup baik oleh para investor. Bukan berarti iklim pasar saham tanpa tantangan selama lima tahun ke depan. Founder Indonesia Investment Education Rita Efendy mengaku cukup optimistis bahwa kepemimpinan Prabowo bisa berdampak positif terhadap bursa dan iklim investasi. Terutama jika pemerintah berhasil mendorong kebijakan pro-investor.  Dengan fokus pada sektor strategis, seperti energi dan infrastruktur, serta dorongan untuk menciptakan stabilitas ekonomi, bursa saham bisa mendapatkan momentum.  “Selain itu, jika Prabowo mampu menjaga hubungan yang baik dengan investor asing dan memperkuat iklim usaha dalam negeri, pasar saham akan merespons secara positif,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (23/10). Rita meyakini, makroekonomi Indonesia bisa berkembang secara positif dalam lima tahun ke depan, meskipun ada tantangan dari aspek politik dan hukum global.  Hal-hal seperti geopolitik, perang dagang, dan p...

Cek Rekomendasi Saham BBNI, Setelah Mencetak Kinerja Positif Kuartal III 2024

  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil mencatatkan kinerja yang apik pada kuartal III-2024. Secara tahunan laba BNI tumbuh 3,5% menjadi Rp 16,30 triliun. Adapun secara kuartalan, labanya konsisten tumbuh 4,7%. Secara berturut-turut dari kuartal I hingga kuartal III laba BNI sebesar Rp 5,32 triliun, Rp 5,36 triliun, dan Rp 5,61 triliun. BNI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,48% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 735,02 triliun. Adapun secara kuartalan kreditnya tumbuh 1,1%. Kenaikan kredit pun turut mendongkrak kinerja aset perseroan yang naik 5,82% yoy menjadi Rp 1.068,08 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi yang mencatat kenaikan sebesar 1,5% secara kuartalan dan 15,1% YoY menjadi Rp 409,2 triliun. Selain itu, segmen konsumer secara keseluruhan mencatat pertumbuhan 3,2% secara kuartalan dan 14,6% YoY menjadi Rp 137 triliun, dengan kredit personal (payroll) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai...

IHSG Rawan Mengalami Koreksi Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan mengalami koreksi. Adapun IHSG menutup perdagangan Jumat (25/10) dengan melemah 0,28% ke posisi 7.694,66. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan selama IHSG belum mampu break 7.805-7.810 sebagai resistance, maka IHSG masih rawan koreksi untuk menguji 7.636-7.676. Berikut ini rekomendasi saham dari MNC Sekuritas.  1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ADRO terkoreksi 0,54% ke Rp 3.660 dan disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan. Saat ini, posisi ADRO diperkirakan sedang berada pada akhir wave (iv) dari wave [c]. Rekomendasi: Buy on Weakness Rp 3.560-Rp 3.660 Target Harga: Rp 3.890, Rp 4.100 Stop Loss: Di bawah Rp 3.370 2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) BMRI menguat 1,08% ke Rp 7.050 disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi BMRI saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 3 dari wave (5). Rekomendasi: Buy on Weakness Rp 7.000-Rp 7.050 Target Harga: Rp 7.300, Rp 7.800 Stop Los...