Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wall Street Reli: Dow, S&P 500, Nasdaq Melaju Usai Sinyal Pemangkasan Suku Bunga Fed

 

Wall Street reli dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq cetak persentase kenaikan harian terbesar sejak 22 Februari. Sokongan bagi indeks utama datang dari Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga Amerika Serikat (AS) tidak berubah sambil mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran kebijakan pada bulan September, jika inflasi mereda.

Rabu (31/7), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,24% menjadi 40.842,79, indeks S&P 500 menguat 1,58% ke 5.522,30 dan indeks Nasdaq Composite menguat 2,64% ke 17.599,40.

Tujuh dari 11 sektor pada indeks S&P 500 menguat, dipimpin oleh saham teknologi dan konsumen diskresioner. Sementara sektor perawatan kesehatan, real estat, dan kebutuhan pokok konsumen adalah yang terlemah.

Dengan posisi tersebut, maka indeks S&P 500 naik 1,1%, Dow melonjak 4,4%, sementara Nasdaq turun 0,8% untuk bulan Juli 2024.

Sokongan bagi bursa saham AS datang setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 5,25%-5,50%, saat mengakhiri pertemuan pembuatan kebijakan dua hari, tetapi membuka pintu untuk pelonggaran pada bulan September, tujuh minggu sebelum pemilihan umum AS bulan November.

Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun 9,8 basis poin menjadi 4,043%.

"Rahasia terburuk yang terpelihara di dunia adalah bahwa Fed tidak akan memangkas suku bunga pada bulan Juli," kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

"Fed akan mengalami hari yang cerah pada bulan September dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin, tetapi saya tidak akan terkejut jika hal itu sudah diperhitungkan dalam harga saham," lanjut Dollarhide.

Selama konferensi persnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan membahas alasan pemotongan suku bunga, tetapi "mayoritas yang kuat" setuju bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat.

"Pernyataan itu sama sekali tidak mengubah keadaan," kata Mark Malek, kepala investasi di Siebert Next di New York, mengacu pada pernyataan resmi The Fed.

"Tetapi mendengarkan dia berbicara, jelas mereka semua siap dan siap untuk pemotongan suku bunga September dan mereka akan mempertahankan opsi mereka," lanjut dia.

Data yang dirilis pada Rabu pagi menunjukkan gaji swasta AS bulan Juli meningkat jauh lebih sedikit dari yang diharapkan, yang menunjukkan meredanya keketatan pasar tenaga kerja yang terus-menerus.

Pada sesi ini, saham Nvidia melonjak hampir 13%, dibantu oleh perkiraan penjualan chip kecerdasan buatan tahun 2024 yang cerah oleh perusahaan sejenis Advanced Micro Devices, yang sahamnya juga naik 4,3%.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik hampir 7%.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berencana untuk mengumumkan aturan baru bulan depan yang akan memperluas kewenangan AS untuk menghentikan ekspor peralatan manufaktur semikonduktor dari beberapa negara asing ke produsen chip China, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Saham Microsoft turun 1% setelah membukukan pengeluaran besar terkait AI.

Sementara saham Meta melonjak 5% setelah bel karena pendapatannya mengalahkan ekspektasi pasar. Saham Apple dan Amazon.com, yang akan melaporkan pendapatan pada hari Kamis (1/8), ditutup naik masing-masing 1,5% dan 2,9%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)