Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Superior Prima Sukses (BLES) Melantai di Bursa, Catat Oversubscribe 80 Kali

 

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (8/7). 

Dalam aksi korporasi ini, BLES mencatat kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 80 kali dengan jumlah investor lebih dari 37.000 investor, baik investor perorangan, institusi, nasional maupun asing.

Produsen bata ringan AAC dengan brand BLESSCON dan SUPERIORE BLOCK ini menawarkan saham 1,31 miliar saham dengan harga Rp 183 per saham. Ini setara dengan 15,05% dari modal ditempatkan dan disetor pasca IPO. 

Dengan jumlah saham dan harga yang ditawarkan, BLES berhasil memperoleh dana segar dari IPO sekitar Rp 240 miliar.

Dana IPO ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha BLES, yaitu untuk belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar Rp 100 miliar dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja alias working capital.

Corporate Secretary BLES Andre mengatakan, Perseroan berada di posisi yang strategis untuk meraih peluang pertumbuhan di Indonesia. 

“Ini didukung oleh jaringan distribusi dan penjualan yang saat ini meliputi 70 cabang dan lebih dari 13.000 outlet terdaftar, serta kapabilitas Perseroan dalam menghasilkan produk yang berkualitas,” ujarnya saat ditemui pasca IPO, Senin (8/7). 

Pada tahun 2023, BLES mendapatkan kesempatan untuk bergabung menjadi mitra strategis Tancorp Group. PT Tancorp Investama Mulia pun menjadi pemegang saham BLES sebesar 11,35%. 

“Dukungan dan sinergi dengan Tancorp Group ini akan memperkuat kinerja dan posisi Perseroan sebagai pemimpin pasar di industri bata ringan AAC,” paparnya.

Untuk meraih peluang dan mencapai pertumbuhan kinerja usaha yang berkelanjutan, BLES secara berkesinambungan melakukan pengembangan usaha dengan melakukan penetrasi pasar melalui perluasan jangkauan wilayah pemasaran dan penjualan produk-produk perusahaan.

BLES juga akan melakukan penambahan kapasitas produksi di pabrik-pabrik yang dimiliki oleh Perseroan, serta melakukan rencana investasi pabrik baru di Jawa Tengah. 

“Ini akan menjadi pabrik kelima kami,” tuturnya.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, BLES memproyeksikan akan dapat mencapai pertumbuhan penjualan bersih secara eksponensial sebesar 28% di tahun 2024 dan 36% di tahun 2025.

“Pada tahun 2023, Perseroan telah berhasil mencatat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 22,2%,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025