Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saham-Saham Big Cap Pelat Merah Ini Banyak Dijual Asing Ketika IHSG Melemah Kemarin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kembali ditutup di zona merah untuk dua hari berturut-turut. Koreksi terhadap  IHSG ini juga disertai net sell asing.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,70% atau berkurang 51,09 poin ke level 7.262,75 pada penutupan perdagangan Rabu (24/7).

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah. Sektor teknologi tercatat paling besar menekan IHSG disusul sektor infrastruktur, barang konsumer primer dan keuangan.

Total volume perdagangan saham di BEI pada Rabu mencapai 16,42 miliar dengan nilai transaksi Rp 7,37 triliun.

Ada 323 saham yang turun, 233 saham yang naik dan 237 saham lainnya yang stagnan.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 368,77 miliar di seluruh pasar. Asing tercatat banyak menjual saham-saham big cap pelat merah.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 287,4 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 179,92 miliar
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 106,46 miliar
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 35,01 miliar
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 29,15 miliar
6. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 18,52 miliar
7. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 13,54 miliar
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 12,85 miliar
9. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 12,36 miliar
10. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) Rp 9,08 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini