Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Wall Street Melemah, Terbebani Penurunan Kinerja Tesla dan Alphabet

 

. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (24/7), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup di level terendah dalam beberapa minggu terakhir, imbas penurunan pendapatan Alphabet dan Tesla.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 128,61 poin atau 2,31% ke level 5.427,13, sedangkan Nasdaq turun 654,94 poin atau 3,64% ke leve 17.342,41 dan Dow Jones Industrial Average turun 504,22 poin, atau 1,25%, ke level 39.853,87.

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 12,94 miliar saham dengan rata-rata 11,48 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Reaksi investor mendorong indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq Composite turun ke posisi terendah sejak Juni. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup di bawah level 40.000 untuk pertama kalinya dalam dua pekan.

Dave Grecsek, direktur pelaksana strategi investasi dan penelitian di Aspiriant, mencatat bahwa momentum kenaikan dalam dua minggu pertama bulan Juli di pasar saham telah terhapus selama seminggu terakhir.

“Ada sedikit aksi ambil untung, dan kemudian masyarakat sedikit khawatir mengenai pengumuman pendapatan yang akan datang,” katanya.

Saham Tesla merosot 12,3% setelah pembuat kendaraan listrik tersebut melaporkan margin keuntungan terendah dalam lebih dari lima tahun dan meleset dari perkiraan pendapatan kuartal kedua.

Saham Induk Google, Alphabet, turun 5% ke posisi terburuk sejak 31 Mei, meskipun pendapatan kuartal kedua melemah, karena investor fokus pada perlambatan pertumbuhan periklanan dan perusahaan menandai belanja modal yang tinggi untuk tahun ini.

Penurunan saham Tesla dan Alphabet menyeret turun indeks sektor Layanan Komunikasi dan Konsumen Diskresional S&P 500, dengan sektor Teknologi Informasi juga termasuk di antara sektor dengan kinerja terlemah dari 11 sektor S&P turun 4,1%.

Investor juga mewaspadai rotasi ke saham-saham berkapitalisasi lebih kecil, meskipun mereka tidak luput dari dampak yang disebabkan oleh megacaps. Sehingga indeks Russell 2000 berakhir melemah.

Pada data ekonomi, Indeks Output PMI Komposit AS awal dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis naik ke level tertinggi dalam 27 bulan di bulan Juli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini