Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba HM Sampoerna (HMSP) Tertekan di Semester I-2024, Begini Rekomendasi Analis

 

Laba bersih PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) turun dobel digit selama semester I-2024. Seakan merespons hal tersebut, saham HMSP ikut terkoreksi pada akhir perdagangan Rabu (24/7). 

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2024, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,31 triliun. Ini terkoreksi 11,55% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 3,75 triliun per Juni 2023. 

Padahal penjualan bersih HMSP naik 2,96% secara menjadi Rp 57,81 triliun di semester I-2024. Pada periode yang sama di 2023, penjualan bersih emiten rokok ini mencapai Rp 56,15 triliun. 

Sementara itu, HMSP menutup perdagangan Rabu (24/7) dengan terkoreksi 5,52% ke level Rp 685 per saham. Sepanjang perdagangan, HMSP sudah diperdagangkan sebanyak 115,02 juta saham dengan nilai Rp 80,29 miliar. 

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Sekuritas menjelaskan lesunya kinerja keuangan HMSP di paruh pertama tahun ini langsung tercermin dari pergerakan saham sahamnya yang mengalami penurunan. 

"Tapi mudah-mudahan penurunan itu hanya sementara saja karena secara tren saham HMSP masih relatif agak sideways, tetapi relatif konsolidasi," jelasnya kepada Kontan, Rabu (24/7). 

HMSP Chart by TradingView

Nafan menyarankan investor untuk mencermati dinamika suku bunga terlebih dahulu. Pasalnya, kenaikan suku bunga dapat mengurangi tingkat konsumsi dan menaikkan beban para emiten. 

"Jika terjadi penurunan suku bunga di kuartal empat tahun ini, setidaknya bisa mempengaruhi peningkatan daya beli masyarakat meski ada ancaman dari kenaikan cukai rokok," kata dia. 

Adapun dalam jangka pendek, Nafan merekomendasikan akumulasi beli HMSP dengan target harga di Rp 850 per saham. Artinya, masih ada potensi kenaikan 24,08%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini