Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Laba HM Sampoerna (HMSP) Tertekan di Semester I-2024, Begini Rekomendasi Analis

 

Laba bersih PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) turun dobel digit selama semester I-2024. Seakan merespons hal tersebut, saham HMSP ikut terkoreksi pada akhir perdagangan Rabu (24/7). 

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2024, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,31 triliun. Ini terkoreksi 11,55% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 3,75 triliun per Juni 2023. 

Padahal penjualan bersih HMSP naik 2,96% secara menjadi Rp 57,81 triliun di semester I-2024. Pada periode yang sama di 2023, penjualan bersih emiten rokok ini mencapai Rp 56,15 triliun. 

Sementara itu, HMSP menutup perdagangan Rabu (24/7) dengan terkoreksi 5,52% ke level Rp 685 per saham. Sepanjang perdagangan, HMSP sudah diperdagangkan sebanyak 115,02 juta saham dengan nilai Rp 80,29 miliar. 

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Sekuritas menjelaskan lesunya kinerja keuangan HMSP di paruh pertama tahun ini langsung tercermin dari pergerakan saham sahamnya yang mengalami penurunan. 

"Tapi mudah-mudahan penurunan itu hanya sementara saja karena secara tren saham HMSP masih relatif agak sideways, tetapi relatif konsolidasi," jelasnya kepada Kontan, Rabu (24/7). 

HMSP Chart by TradingView

Nafan menyarankan investor untuk mencermati dinamika suku bunga terlebih dahulu. Pasalnya, kenaikan suku bunga dapat mengurangi tingkat konsumsi dan menaikkan beban para emiten. 

"Jika terjadi penurunan suku bunga di kuartal empat tahun ini, setidaknya bisa mempengaruhi peningkatan daya beli masyarakat meski ada ancaman dari kenaikan cukai rokok," kata dia. 

Adapun dalam jangka pendek, Nafan merekomendasikan akumulasi beli HMSP dengan target harga di Rp 850 per saham. Artinya, masih ada potensi kenaikan 24,08%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)