Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Kompak Menguat, Pasar Menanti Data Aktivitas Bisnis di Kawasan

 

Bursa Asia mayoritas menguat pada awal perdagangan hari ini. Rabu (3/7), pukul 08.24 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,52% ke 40.283,7. Sedangkan, indeks Hang Seng menguat 0,41% ke 17.841,77.

Sementara itu, indeks Taiex menguat 0,87% menjadi 23.077,67. Sementara itu, Kospi melemah tipis 0,08% ke 2.778,68 dan indeks S&P/ASX 200 menguat 0,14% ke 7.728,6.

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 1,25% ke 3.409,86 dan FTSE Malay menguat 0,2% menjadi 3.409,86. 

Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat, setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengungkapkan ada kemajuan dalam mengekang inflasi. Di sisi lain, investor menunggu serangkaian data dari wilayah tersebut.

Investor di Asia akan menilai data aktivitas bisnis bulan Juni dari India dan China, yang akan dirilis hari ini.

au Jibun Bank melaporkan bahwa indeks manajer pembelian gabungan Jepang turun menjadi 49,7 pada bulan Juni. Realisasi ini turun tajam dari level 52,6 pada bulan sebelumnya. 

Hal ini menandakan penurunan aktivitas sektor swasta Jepang untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan.

au Jibun Bank mencatat bahwa sedikit penurunan dalam aktivitas jasa, penurunan pertama sejak Agustus 2022, melebihi peningkatan marjinal dalam output manufaktur pada bulan tersebut.

Sementara itu, di sesi sebelumnya, Wall Street tampil perkasa dengan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,41%, indeks S&P 500 menguat 0,62%, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,84%. 

Baik indeks Nasdaq dan S&P 500 kembali mencapai rekor penutupan tertinggi.

Saham Tesla membantu mengangkat S&P 500 setelah perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk melampaui perkiraan pengiriman pada kuartal kedua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini