Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Saham Sejumlah Emiten Ban Menguat, GJTL dan GDYR Dinilai Masih Undevalued

 

Saham sejumlah emiten di industri ban mencatat kenaikan signifikan. Empat saham emiten ban mengalami kenaikan harga sejak awal tahun 2024.

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) memimpin dengan kenaikan 61,42% sejak awal tahun ini. Harga saham MASA menguat selama tiga hari berturut-turut, meski diperdagangkan secara full call auction di papan pemantauan khusus.

Harga saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) juga naik dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, mengakumulasi kenaikan 10,62%. Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE) turut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 9,18% dan 7,32% sejak awal tahun.

GJTL, TYRE, dan MASA dijadwalkan membayarkan dividen atau payment date dari laba bersih tahun buku 2023 pada Jumat (26/7). GJTL akan membagikan total dividen sebesar Rp 174,22 miliar atau Rp 50 per saham. 

Dividen tersebut setara dengan 14,75% dari laba tahun lalu yang mencapai Rp 1,18 triliun. TYRE akan membagikan dividen tunai senilai Rp 7,6 miliar atau Rp 2 per saham. Sementara itu, MASA telah membagikan dividen senilai Rp 339,76 miliar atau Rp 37 per saham.

Analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla, menyatakan bahwa prospek emiten ban ke depan akan terdorong oleh meningkatnya pasar kendaraan listrik dan ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 

"Ban lokal akan semakin diminati oleh produsen, sehingga produksi ban domestik akan meningkat dan ini menjadi sentimen positif bagi emiten ban," kata Thoriq kepada KONTAN, Rabu (24/7).

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, memprediksi kinerja emiten ban akan tumbuh moderat di sisa tahun 2024 seiring lesunya penjualan mobil. 

Menurutnya, saham GJTL dan GDYR masih undervalued dan layak dikoleksi dengan strategi trading buy untuk jangka pendek. 

Thoriq dan Sukarno sama-sama menargetkan harga saham GJTL dan GDYR masing-masing pada kisaran Rp 1.165–Rp 1.195 dan Rp 1.680–Rp 1.780 untuk Thoriq, serta Rp 1.190–Rp 1.205 dan Rp 1.710–Rp 1.800 untuk Sukarno.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini