Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Usai Terbang, Saham Emiten Udang Kaesang (PMMP) Ambrol

 

Emiten produk makanan ekspor berbasis udang yang terafiliasi Kaesang Pangarep yakni PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) terpantau berbalik arah ambles pada perdagangan sesi I Kamis (26/10/2023), setelah melesat selama empat hari beruntun.

Per pukul 09:40 WIB, saham PMMP ambles 7,5% ke posisi harga Rp 370/saham. Saham PMMP pada hari ini bergerak di rentang harga Rp 346 - Rp 410 per saham.

Sekitar 40 menit setelah pembukaan perdagangan, saham PMMP sudah ditransaksikan sebanyak 6.047 kali dengan volume sebesar 71,92 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 26,38 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 870,61 miliar.

Hingga pukul 09:40 WIB, di order bid atau beli, antrian pada harga Rp 350/saham, menjadi antrian beli tebanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 9.986 lot atau sekitar Rp 349 juta.

Sedangkan di order offer atau jual, pada harga Rp 380/saham, menjadi antrian jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni sebanyak 72.403 lot atau sekitar Rp 325 juta.

Amblesnya saham PMMP terjadi setelah selama empat hari beruntun melesat. Dalam empat hari terakhir, saham PMMP sudah melonjak hingga 48%. Sedangkan dalam sepekan terakhir, saham PMMP sudah melesat hingga 46,4%.

Namun setelah melesat empat hari beruntun, saham PMMP pun mulai berbalik arah karena investor sepertinya mulai melakukan aksi profit taking.

Sebelumnya, melonjaknya saham PMMP terdorong oleh resminya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto.

Kemarin, paslon Prabowo-Gibran pun telah mendeklarasikan di hadapan pendukungnya di Gelora Bung Karno (GBK) dan kemudian mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara itu, PMMP berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencana aksi korporasi ini disampaikan perseroan dalam prospektusnya yang dirilis pada Selasa dua pekan lalu.

Perseroan akan melaukan HMETD sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan perseroan atau setara 235,3 juta saham baru. Nilai nominal Rp100 per saham. Dimana harga pelaksanaan penerbitan HMETD nantinya paling sedikit 90% dari rata-raa harga saham 25 hari di Bursa Efek Indonesia.

Adapun rencana penambahan modal PMMP ini telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober lalu.

Di lain sisi, perseroan juga akan memulai variasi ekspor yang akan dimulai pada kuartal IV-2023, sehingga produk yang akan diekspor tak selalu udang.

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengatakan, Produk baru ini nantinya akan diekspor menuju Amerika Serikat, khususnya pada segmen retailer. Variasi produk baru yang dimaksud Perseroan sendiri adalah coldwater fish, antara lain ikan salmon dan pacific cod.

"Awal tahun 2023 ini sebenarnya, Perseroan sudah mulai trial produksi untuk varian ini, dan hasilnya cukup baik. Lalu, mulai bulan depan atau kuartal IV-2023, Perseroan akan memulai ekspor perdana untuk varian produk terbaru kami, yang akan dimulai dengan ikan salmon. Produk ini nantinya akan berbentuk frozen food dan akan diekspor ke Amerika Serikat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/10/2023).

Perseroan sendiri juga telah mendapatkan kontrak penjualan sekitar sebesar 1.500 ton atau senilai US$ 15 juta untuk produk baru ini sampai dengan periode kuartal I-2024 nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)