Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Perkuat Posisi Penyedia Sistem Pembayaran, Yokke Gandeng SB Payment Service

 JAKARTA - Perusahaan teknologi pembayaran asal Indonesia, Yokke, baru saja mengumumkan kemitraan strategisnya dengan SB Payment Service Corp (SBPS), salah satu penyedia layanan pembayaran terdepan dari Jepang. Kemitraan ini diharapkan akan meningkatkan solusi pembayaran digital di Indonesia.
SBPS dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan layanan pembayaran ke beragam bisnis di Jepang, termasuk dalam kelompok perusahaan dan afiliasi dari SoftBank Corp.  
Di sisi lain, Yokke telah membangun reputasinya di Indonesia dengan melayani lebih dari 350.000 merchant dan bekerjasama dengan lebih dari 20 bank serta lembaga keuangan setelah berdiri selama tujuh tahun.
Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia diprediksi akan menyumbang sekitar 42% transaksi pembayaran digital di Asia Tenggara pada tahun 2025. Kemajuan ini didorong oleh perkembangan ekonomi digital dan sistem pembayaran yang semakin canggih, serta pertumbuhan yang pesat di sektor perbankan digital.  
Mengingat potensi tersebut, Yokke dan SBPS melihat peluang untuk menghadirkan solusi yang inovatif dan efisien bagi pasar pembayaran Indonesia.
Niniek S. Rahardja, Presiden Direktur Yokke, menyatakan keyakinannya bahwa kemitraan dengan SBPS akan memperkuat industri pembayaran di Indonesia. "Kolaborasi ini adalah penggabungan kekuatan ekosistem pembayaran digital Yokke dengan kompetensi dan teknologi terbaru dari SBPS,” ujar Niniek.
Sementara itu, Jun Shimba, CEO of SB Payment Service Corp., mengharapkan kemitraan ini akan menghubungkan pasar Indonesia dengan perusahaan-perusahaan Jepang, dan berkontribusi pada perkembangan teknologi pembayaran di masa depan.
Shimba menegaskan komitmennya untuk mendukung ekspansi Yokke di Indonesia dan memanfaatkan teknologi serta keahlian SBPS untuk meningkatkan bisnis melalui kerjasama ini.
Tak hanya mendukung bisnis, kemitraan antara Yokke dan SBPS ini juga sejalan dengan visi pemerintah Indonesia melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Tujuan dari GNNT adalah menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan selalu tersedia, serta mendukung transformasi menuju masyarakat non-tunai di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini