Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Produsen logam bisa terkerek harga acuan

PT Best Profit Futures Pekanbaru JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis aturan tentang harga mineral acuan logam pada Oktober 2017. Beleid ini dinilai bisa mendorong kinerja emiten tambang. Pada 4 Oktober lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 3612k/32/MEM/2017 tentang Harga Mineral Acuan Logam untuk Bulan Oktober 2017. Best Profit Pekanbaru

Di ketentuan itu, pemerintah mengatur harga patokan beberapa komoditas logam antara lain nikel, tembaga, dan emas. Kelak, harga acuan logam ini akan diubah setiap bulan seperti harga acuan batubara yang sebelumnya sudah dirilis pemerintah.Kementerian ESDM menetapkan harga acuan logam bulan ini mengacu kepada harga komoditas di pasar internasional. 

Misalnya, London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal, serta Indonesian Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).Di aturan itu, beberapa harga acuan logam ditetapkan lebih tinggi dibanding harga pasar. Contohnya, harga nikel US$ 11.582,38 per ton. Ini lebih tinggi ketimbang harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange pada Jumat (6/10) lalu US$ 10.600 per ton.  PT Bestprofit Pekanbaru

Harga patokan komoditas tembaga untuk Oktober pun lebih tinggi US$ 2,95 dari harga pasar. Pemerintah merilis harga tembaga sebesar US$ 6.668,95 per ton, sementara harga tembaga di LME untuk pengiriman tiga bulan cuma US$ 6.666,50 per ton.Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, aturan itu bisa mendorong emiten tambang, seperti Merdeka Copper Gold (MDKA), Aneka Tambang (ANTM), J Resources Asia Pasifik (PSAB), juga Vale Indonesia (INCO). 

Lantaran harga acuan didasarkan harga logam di pasar internasional, maka fluktuasi harga komoditas di pasar menjadi ancaman bagi emiten tambang. Namun, fluktuasi harga pasar bisa ditekan jika pemerintah menetapkan harga batas atas dan batas bawah untuk komoditas logam. Hans melihat, bila pemerintah mematok harga batas atas dan bawah, maka konsumen maupun produsen tambang logam bisa tetap terlindungi. Bestprofit Pekanbaru

Jika pemerintah menetapkan harga batas bawah, emiten tambang logam terlindungi karena tidak terpengaruh harga penjualan yang rendah. Sedangkan, kalau pemerintah menetapkan harga batas atas, yang dilindungi adalah konsumennya lantaran konsumen tidak perlu membayar harga yang mahal," papar dia. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini