Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Produsen logam bisa terkerek harga acuan

PT Best Profit Futures Pekanbaru JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis aturan tentang harga mineral acuan logam pada Oktober 2017. Beleid ini dinilai bisa mendorong kinerja emiten tambang. Pada 4 Oktober lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 3612k/32/MEM/2017 tentang Harga Mineral Acuan Logam untuk Bulan Oktober 2017. Best Profit Pekanbaru

Di ketentuan itu, pemerintah mengatur harga patokan beberapa komoditas logam antara lain nikel, tembaga, dan emas. Kelak, harga acuan logam ini akan diubah setiap bulan seperti harga acuan batubara yang sebelumnya sudah dirilis pemerintah.Kementerian ESDM menetapkan harga acuan logam bulan ini mengacu kepada harga komoditas di pasar internasional. 

Misalnya, London Metal Exchange, London Bullion Market Association, Asian Metal, serta Indonesian Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).Di aturan itu, beberapa harga acuan logam ditetapkan lebih tinggi dibanding harga pasar. Contohnya, harga nikel US$ 11.582,38 per ton. Ini lebih tinggi ketimbang harga nikel kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange pada Jumat (6/10) lalu US$ 10.600 per ton.  PT Bestprofit Pekanbaru

Harga patokan komoditas tembaga untuk Oktober pun lebih tinggi US$ 2,95 dari harga pasar. Pemerintah merilis harga tembaga sebesar US$ 6.668,95 per ton, sementara harga tembaga di LME untuk pengiriman tiga bulan cuma US$ 6.666,50 per ton.Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, aturan itu bisa mendorong emiten tambang, seperti Merdeka Copper Gold (MDKA), Aneka Tambang (ANTM), J Resources Asia Pasifik (PSAB), juga Vale Indonesia (INCO). 

Lantaran harga acuan didasarkan harga logam di pasar internasional, maka fluktuasi harga komoditas di pasar menjadi ancaman bagi emiten tambang. Namun, fluktuasi harga pasar bisa ditekan jika pemerintah menetapkan harga batas atas dan batas bawah untuk komoditas logam. Hans melihat, bila pemerintah mematok harga batas atas dan bawah, maka konsumen maupun produsen tambang logam bisa tetap terlindungi. Bestprofit Pekanbaru

Jika pemerintah menetapkan harga batas bawah, emiten tambang logam terlindungi karena tidak terpengaruh harga penjualan yang rendah. Sedangkan, kalau pemerintah menetapkan harga batas atas, yang dilindungi adalah konsumennya lantaran konsumen tidak perlu membayar harga yang mahal," papar dia. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025