Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Harga emas mumbul dari level terendah dua pekan


PT Best Profit Futures Pekanbaru Koreksi harga emas yang terjadi akhir pekan lalu mulai berbalik arah. Selasa pukul 7.12 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2017 di Commodity Exchange menguat 0,23% menjadi US$ 1.283,90 per ons troi ketimbang penutupan awal pekan di US$ 1.280,90 per ons troi. Best Profit Pekanbaru

Harga emas kemarin naik tipis dari level terendah dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga emas dipicu oleh aksi beli emas di harga murah. "Trader membeli emas dan harganya mencapai moving average 100-hari, lalu sinyal beli terhenti," kata seorang trader emas kepada CNBC. PT Bestprofit Pekanbaru

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan nominasi Jerome Powell dan John Taylor sebagai orang nomor satu dan dua di bank sentral AS. Taylor dipandang sebagai orang yang lebih hawkish ketimbang Powell.  Bestprofit Pekanbaru

Tapi, keduanya mendukung kenaikan suku bunga. "Langkah reformasi pajak mulai tampak dan calon gubernur Federal Reserve makin jelas, ini menimbulkan penguatan dollar AS terhadap mata uang lain," ungkap MKS dalam catatan. Penguatan dollar dan prospek kenaikan suku bunga akan menekan harga emas ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)