Postingan

Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Arah IHSG usai Prabowo ubah aturan ekspor dan BI Rate naik

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan volatilitas pada perdagangan Kamis (21/5), setelah turun 0,82% ke level 6.318,50 kemarin. Indeks sebelumnya sempat naik ke level tertinggi di 6.459,56 dan terendah di 6.352,20 pada Rabu, setelah presiden Prabowo Subianto menyampaikan kerangka makroekonomi yang mendasari rancangan APBN 2027 di DPR. Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menyampaikan kebijakan baru yang mengatur ekspor hasil Sumber Daya Alam (SDA) lewat entitas bentukan pemerintah. “Diperkirakan investor akan cenderung wait and see terlebih dulu menyikapi asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA tersebut,” jelas analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan kepada investor. Baca Juga: IHSG turun 0,82%, giliran rupiah menguat ke Rp17.654/US$ Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator Stochastic RSI pada IHSG berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross. Histogram negatif dalam indikator MACD pada indeks ju...

18 Saham Dikeluarkan, Ini Daftar Saham BEI yang Bertahan Di Indeks MSCI

  Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari konstituen indeks. Lalu, saham apa saja yang masih menjadi penghuni indeks MSCI? MSCI resmi mengumumkan hasil index review periode Mei 2026 pada Rabu (13/5). Perubahan hasil review MSCI ini akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026. Dalam rebalancing terbaru tersebut, MSCI mengeluarkan sejumlah saham dari MSCI Global Standard Indexes maupun MSCI Small Cap Indexes. Meski demikian, masih banyak saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tetap bertahan sebagai konstituen indeks MSCI. Keberadaan saham dalam indeks MSCI biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing, khususnya dari fund manager global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasi. Berikut sejumlah saham BEI yang masih menjadi anggota MSCI Global Standard Indexes setelah review Mei 2026: Sektor Perbankan - PT Bank Central Asi...

Cek Rekomendasi Saham Telkom Indonesia (TLKM) Usai Rilis Kinerja 2025

  PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan di sepanjang 2025. Di mana, pendapatan dan laba bersih TLKM turun di tahun lalu, dipengaruhi oleh penyajian ulang dan percepatan depresiasi yang dilakukan Telkom. Melansir laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (12/5), TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp 145,74 triliun. Ini turun sekitar 2,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 149,96 triliun.  Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Telkom menyusut 20,48% YoY menjadi Rp 17,81 triliun di sepanjang 2025 dari raihan 2024 yang mencapai Rp 22,40 triliun.  Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan kinerja Telkom tahun buku 2025 lebih banyak dipengaruhi faktor non-operasional seperti percepatan depresiasi aset dan penyesuaian klasifikasi aset tertentu.  “Sehingga dampaknya cenderung bersifat sementara terhadap laba bersih. Dari sisi operasional...