Postingan

Rupiah di Pasar Spot Dibuka Menguat ke Level Rp 16.749 per Dolar AS, Kamis (26/2)

  Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini. Mengutip Bloomberg , rupiah menguat di level Rp 16.749 per dolar AS pada Kamis (26/2/2026) pukul 09.15 WIB. Rupiah tercatat menguat 0,30% dibandingkan  penutupan kemarin yang berada di level Rp 16.800 per dolar AS. Kemarin rupiah di pasar spot menguat 0,17% secara harian ke Rp 16.800 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,10% secara harian ke Rp 16.813 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures , Lukman Leong mengatakan, rupiah didukung  sentimen risk on dan inflow dana asing di pasar ekuitas domestik.  Indeks dolar AS tertekan pasca pidato Presiden AS Donald Trump yang mengatakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan tarifnya .  "Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi seiring antisipasi investor pada perundingan nuklir antara AS-Iran ," ujar Lukman, Rabu (25/2). Pengamat mata...

Cek Rekomendasi Saham ERAA, MBMA, RAJA dan RATU untuk Perdagangan Rabu (25/2)

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,24 poin atau 1,37% ke 8.280,83 pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026). Head of Research MNC Sekuritas , Herditya Wicaksana , mengatakan bahwa dalam skenario terbaik, selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.170, indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan sebagai bagian dari wave (c) pada wave [x], dengan target pengujian area 8.440–8.503.  Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi lanjutan yang dapat membawa IHSG ke kisaran 8.149–8.217. "Level support IHSG berada di rentang 8.170 dan 8.025, sementara resistance di posisi 8.408 dan 8.596," kata Herditya dalam risetnya, Rabu (25/2/2026). MNC Sekuritas juga membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati, antara lain: 1. PT Erajaya Swasembada Tbk ( ERAA ) Analisis: ERAA menguat ke Rp 428 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Saat ini, posisi ERAA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave...

Terus Melemah Ke 310, Harga Saham Batubara Ini Diprediksi Bangkit Ke 400-an

  Harga PT Buma Internasional Grup Tbk ( DOID ) terus melemah dalam setahun terakhir. Analis menilai, saham perusahaan tambang batubara tersebut memiliki potensi kenaikan tinggi pada tahun 2026 ini. Harga saham DOID pada perdagangan Selasa 24 Februari 2026 ditutup di level 310 turun 10 poin atau 3,13% dibandingkan sehari sebelumnya. Selama setahun terakhir, harga saham DOID terakumulasi turun 170 poin atau 35,42%. Meski merosot tajam, harga saham DOID ini belum mencapai titik terendah dalam 5 tahun terakhir. Harga saham DOID pernah di level 240 pada 21 Januari 2022. Namun analis menyarankan investor mencermati saham DOID. Harga saham DOID berpotensi naik seiring perbaikan kinerja perusahaan. Baca Juga: Terjawab! Ini Penyebab Lonjakan Harga Saham WMUU yang Mencapai 19% Manajemen DOID memilih menjaga stabilitas operasional dan memperkuat kinerja bisnis yang sudah berjalan di tengah dinamika industri tambang serta volatilitas harga komodita...

IHSG Diprediksi Melemah, Cek Rekomendasi ASII, BBCA, ISAT, PTBA & UNTR, Rabu (25/2)

  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 115,24 poin atau 1,37% ke 8.280,83 pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026). Analis Binaartha Sekuritas , Ivan Rosanova mengatakan IHSG kemungkinan akan membentuk suatu koreksi yang diperkirakan merupakan subwave ii dari c yang baru saja dimulai. Setelah berakhirnya koreksi subwave ii ini, maka harusnya IHSG akan menguat lagi dengan lebih agresif menuju 8.527 ke atas.  "Level support IHSG berada di 8.160, 7.989 dan 7.835, sementara level resistennya di 8.527, 8.812 dan 8.992. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish ," kata Ivan dalam risetnya, Rabu (25/2/2026). Berikut rekomendasi saham ASII, BBCA, ISAT, PTBA dan UNTR di Perdagangan Rabu (25/2): 1. PT Astra International Tbk ( ASII ) Rekomendasi: Buy on weakness pada rentang harga Rp 6.000 – Rp 6.200 dengan target harga terdekat di Rp 7.100 Support: Rp 5.900 Resistance: Rp 7.100, Rp 7.400, Rp 7.700 Sekuritas Senin (23/2) 2. PT Bank Ce...