Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Triputra (TAPG) dan Aisin Takaoka Resmikan Fasilitas Produksi Biokokas di Kalimantan

 

Emiten perkebunan sawit milik Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) bersama Aisin Takaoka Co., Ltd telah meresmikan fasilitas produksi biokokas di Kalimantan Barat pada Selasa (9/12/2025).

Melansir keterbukaan informasi Rabu (10/12/2025), Corporate Secretary TAPG Joni Tjeng mengatakan pabrik tersebut nantinya akan dijalankan oleh PT ATP Bio Indonesia, perusahaan joint venture atau perusahaan patungan antara PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan Aisin Takaoka Co., Ltd.

"Uraian informasi yang disampaikan ialah peresmian fasilitas produksi biokokas PT ATP Bio Indonesia di Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat," kata Joni dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Joni juga mengungkapkan tidak ada dampak material atas peresmian pabrik biokokas tersebut.

Sebagai informasi tambahan, TAPG telah menandatangani nota kesepahaman dengan Aisin Takaoka Co., Ltd untuk membentuk perusahaan patungan yang memproduksi biokokas (bio-molded coal) berbasis cangkang sawit di Indonesia pada 24 Juni 2024 lalu.

Pendirian perusahaan patungan ini turut menegaskan komitmen TAPG dalam pengembangan energi hijau dalam rangka mewujudkan karbon netral.

Pengembangan biokokas ini disebut sebagai teknologi baru yang dirancang menjadi alternatif bahan bakar bagi industri pengecoran baja (foundry), yang selama ini bergantung pada batubara kokas (coking coal). Biokokas mampu sepenuhnya menggantikan penggunaan batubara kokas tanpa menurunkan kualitas pembakarannya.

Dengan demikian, penggunaan biokokas dapat menekan emisi karbon dan limbah, dua tantangan utama yang dihadapi industri pengecoran baja saat ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini