Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Triputra (TAPG) dan Aisin Takaoka Resmikan Fasilitas Produksi Biokokas di Kalimantan

 

Emiten perkebunan sawit milik Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) bersama Aisin Takaoka Co., Ltd telah meresmikan fasilitas produksi biokokas di Kalimantan Barat pada Selasa (9/12/2025).

Melansir keterbukaan informasi Rabu (10/12/2025), Corporate Secretary TAPG Joni Tjeng mengatakan pabrik tersebut nantinya akan dijalankan oleh PT ATP Bio Indonesia, perusahaan joint venture atau perusahaan patungan antara PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan Aisin Takaoka Co., Ltd.

"Uraian informasi yang disampaikan ialah peresmian fasilitas produksi biokokas PT ATP Bio Indonesia di Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat," kata Joni dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Joni juga mengungkapkan tidak ada dampak material atas peresmian pabrik biokokas tersebut.

Sebagai informasi tambahan, TAPG telah menandatangani nota kesepahaman dengan Aisin Takaoka Co., Ltd untuk membentuk perusahaan patungan yang memproduksi biokokas (bio-molded coal) berbasis cangkang sawit di Indonesia pada 24 Juni 2024 lalu.

Pendirian perusahaan patungan ini turut menegaskan komitmen TAPG dalam pengembangan energi hijau dalam rangka mewujudkan karbon netral.

Pengembangan biokokas ini disebut sebagai teknologi baru yang dirancang menjadi alternatif bahan bakar bagi industri pengecoran baja (foundry), yang selama ini bergantung pada batubara kokas (coking coal). Biokokas mampu sepenuhnya menggantikan penggunaan batubara kokas tanpa menurunkan kualitas pembakarannya.

Dengan demikian, penggunaan biokokas dapat menekan emisi karbon dan limbah, dua tantangan utama yang dihadapi industri pengecoran baja saat ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025