Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Anak Hashim Masuk di Perintis (TRIN), Begini Arah Bisnis dan Potensi Harga Beli

 

Harga saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terus melaju. Rabu (10/12/2025) saham TRIN hingga pukul 10.55 WIB berada di Rp 1.360 per saham atau naik 9,68% per saham
 
Perjalanan saham TRIN terjadi sejak 6 Oktober. Saat itu harga saham TRIN masih berada di Rp 112 per saham sebelum terus melaju hingga ke level harga saat ini. Saham TRIN sejatinya sudah masuk dalam daftar unusual market activity (UMA) BEI pada 7 Oktober 2025. Namun label tersebut dari BEI tidak membuat saham TRIN bergerak stabil. Saham TRIN justru terus melonjak hingga 1.062,39% sejak awal tahun. 

Dalam lima hari terakhir saja, saham TRIN meningkat 44,68%. Kenaikan harga saham TRIN terus terungkit lantaran perubahan kepemilikan saham. 

Direktur Utama Perintis Triniti Properti Ishak Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI memaparkan jika terjadi pengalihan saham sebesar 5% oleh TRIN kepada Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo, anak dari Hashim Djojohadikusumo. Di tahap berikutnya Rahayu berencana untuk menambah kepemilikannya hingga 20% melalui mekanisme dan waktu yang diatur dalam perjanjian. “Susunan lengkap pemegang saham akan disampaikan perusahaan apabila proses pengalihan saham telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” papar dia dalam keterbukaan informasi Selasa 8 Desember.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, TRIN menjelaskan jika pihak yang akan mengalihkan saham ke Rahayu adalah pemegang saham utama perusahaan yakni PT Kunci Daud Indonesia yang memiliki 39,64% dan PT Intan Investama Internasional 32,43%. Perjanjian tersebut diteken pada 2 Desember 2025.

Referensi saham yang akan dipakai oleh TRIN adalah harga rata-rata perusahaan pada periode 1 Oktober hingga 24 Oktober. Sehingga kepasitan harga TRIN akan dalam tahap finalisasi. Perusahaan ini mengaku akan segera menyampaikan informasi terkait apabila pengalihan saham terlaksana. Berdasarkan data Bloomberg harga rata-rata TRIN pada periode tersebut di Rp 204 per saham. 

Ishak menambahkan, perubahan kepemilikan saham ini tidak akan mengubah struktur pengendalian saham oleh Kunci Daud dan Intan Investama. “Transaksi pengalihan saham kepada Ibu Rahayu tidak mengubah struktur pengendalian tersebut,” tegas dia. 

Manajemen TRIN menegaskan jika arah pengembangan bisnis ke depan akan fokus pada percepatan pelaksanaan proyek yang sedang maupun akan dikembangkan dan  pengembangan rumah tapak, logistik park dan data center. "Perusahaan juga berkomitmen untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan (sustainable), dan memberikan nilai tambah bagi generasi mendatang, sehingga mampu membangun masa depan yang lebih baik melalui inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan,” terang Ishak. 

Ishak menjelaskan, masuknya Rahayu di TRIN disebut tidak menjadikannya berada dalam satu grup perusahaan dengan PT Solusi Sinergi Digital (WIFI), tapi akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan di bawah Rahayu dan keluarga Djojohadikusumo di kemudian hari. 

"Kerja sama yang dilakukan antara Rahayu dan perusahaan bersifat investasi dan kemitraan strategis, sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun mengakibatkan penggabungan grup usaha secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Djojohadikusumo,” jelas dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini