Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Masih Berpeluang Menguat, Saham-Saham Ini Bisa Dilirik

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) setelah ditutup menguat 0,90% ke level 8.710,70 pada perdagangan Senin (8/12/2025). Penguatan IHSG ini diperkirakan masih berpeluang berlanjut.

Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat serta penguatan data perdagangan China yang mencatat kenaikan ekspor dan impor di atas perkiraan pasar.

“Kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan perbaikan data perdagangan China menciptakan suasana risk-on yang kuat. Investor kembali agresif mengakumulasi aset berisiko, baik saham big caps maupun saham siklikal,” ujar Pengamat pasar modal dan Founder Republik Investor, Hendra Wardana dalam keterangan resminya, Senin (8/12/2025).

Secara teknikal, penguatan IHSG juga menempatkan indeks pada area krusial 8.600 sampai 8.770. Level ini kini berhasil ditembus sehingga membuka peluang penguatan lebih lanjut. “Jika IHSG mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang menuju 9.000 menjadi sangat terbuka. Namun sentimen eksternal seperti keputusan suku bunga The Fed dan rilis data ekonomi AS maupun China akan menjadi faktor penentu,” jelas Hendra.

Menurutnya, area support di 8.400 sampai 8.513 masih menjadi penyangga penting jika terjadi koreksi jangka pendek. Adapun kenaikan indeks pada perdagangan hari ini bersifat broad-based. 

Meski sejumlah saham seperti DSSA, GOTO, COIN, MORA, dan ENRG memimpin penguatan, beberapa saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BRPT, AMMN, dan UNTR justru tertekan.

Sejalan dengan penguatan IHSG, saham-saham komoditas, energi, teknologi, dan industri diperkirakan melanjutkan tren positifnya. Perbaikan kinerja ekspor China menjadi katalis bagi sektor pertambangan dan energi. Sementara itu, peningkatan belanja pemerintah diyakini menopang sektor industri dan konstruksi.

Hendra merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati investor. “Untuk jangka pendek, saham seperti KRAS dengan target Rp 500 per saham, INDY target Rp 2.200 per saham, BUMI target Rp300 per saham, hingga DEWA target Rp 550 per saham bisa diperhatikan. 

Sedangkan  untuk investor agresif, Hendra merekomendasikan speculative buy saham ERAL dengan target Rp 370 per saham.

Dengan kondisi pasar yang kuat tetapi sensitif terhadap perubahan sentimen global, strategi terbaik saat ini adalah melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental solid sambil memanfaatkan pola buy on weakness. 

“Jika katalis global bergerak sesuai ekspektasi, peluang IHSG menembus 9.000 bukan hanya memungkinkan tetapi bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan,” kata Hendra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)