Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Masih Berpeluang Menguat, Saham-Saham Ini Bisa Dilirik

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) setelah ditutup menguat 0,90% ke level 8.710,70 pada perdagangan Senin (8/12/2025). Penguatan IHSG ini diperkirakan masih berpeluang berlanjut.

Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat serta penguatan data perdagangan China yang mencatat kenaikan ekspor dan impor di atas perkiraan pasar.

“Kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan perbaikan data perdagangan China menciptakan suasana risk-on yang kuat. Investor kembali agresif mengakumulasi aset berisiko, baik saham big caps maupun saham siklikal,” ujar Pengamat pasar modal dan Founder Republik Investor, Hendra Wardana dalam keterangan resminya, Senin (8/12/2025).

Secara teknikal, penguatan IHSG juga menempatkan indeks pada area krusial 8.600 sampai 8.770. Level ini kini berhasil ditembus sehingga membuka peluang penguatan lebih lanjut. “Jika IHSG mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang menuju 9.000 menjadi sangat terbuka. Namun sentimen eksternal seperti keputusan suku bunga The Fed dan rilis data ekonomi AS maupun China akan menjadi faktor penentu,” jelas Hendra.

Menurutnya, area support di 8.400 sampai 8.513 masih menjadi penyangga penting jika terjadi koreksi jangka pendek. Adapun kenaikan indeks pada perdagangan hari ini bersifat broad-based. 

Meski sejumlah saham seperti DSSA, GOTO, COIN, MORA, dan ENRG memimpin penguatan, beberapa saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BRPT, AMMN, dan UNTR justru tertekan.

Sejalan dengan penguatan IHSG, saham-saham komoditas, energi, teknologi, dan industri diperkirakan melanjutkan tren positifnya. Perbaikan kinerja ekspor China menjadi katalis bagi sektor pertambangan dan energi. Sementara itu, peningkatan belanja pemerintah diyakini menopang sektor industri dan konstruksi.

Hendra merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati investor. “Untuk jangka pendek, saham seperti KRAS dengan target Rp 500 per saham, INDY target Rp 2.200 per saham, BUMI target Rp300 per saham, hingga DEWA target Rp 550 per saham bisa diperhatikan. 

Sedangkan  untuk investor agresif, Hendra merekomendasikan speculative buy saham ERAL dengan target Rp 370 per saham.

Dengan kondisi pasar yang kuat tetapi sensitif terhadap perubahan sentimen global, strategi terbaik saat ini adalah melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental solid sambil memanfaatkan pola buy on weakness. 

“Jika katalis global bergerak sesuai ekspektasi, peluang IHSG menembus 9.000 bukan hanya memungkinkan tetapi bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan,” kata Hendra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini