Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Ambruk, Cermati Saham-Saham yang Banyak Diobral Asing Kemarin, Selasa (8/4)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk di awal perdagangan setelah libur panjang lebaran.

Pergerakan IHSG juga tersengat kebijakan perang tarif yang dikobarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Dimana Indonesia terkena tarif Trump sebesar 32% jadi sentimen negatif bagi IHSG.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG ambruk 7,90% atau terpangkas 514,47 poin ke level 5.996,14 pada perdagangan Selasa (8/4/2025).

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.882 dan level tertinggi 6.036%.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 22,78 miliar dengan nilai transaksi Rp 20,94 triliun. 

IHSG tertekan penurunan 672 saham, sementara itu hanya 30 saham yang naik dan 95 saham lainnya stagnan.

Investor asing membukukan net sell (jual bersih) sebesar Rp 3,87 triliun di seluruh pasar pada Selasa.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,27 triliun
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,0 triliun
3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,85 miliar
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 239,54 miliar
5. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 184,88 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 73,3 miliar
7. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 67,59 miliar
8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 43,52 miliar
9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 36,01 miliar
10. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 31,38 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)