Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ada BBCA dan ASII, Intip Saham-Saham Favorit Asing Saat IHSG Terkoreksi Kemarin

 

. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada hari kedua perdagangan setelah libur panjang Lebaran 2025.

Pada penutupan perdagangan Rabu (9/4/2025), IHSG terkoreksi 28,15 poin atau 0,47% ke level 5.967,98.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari RTI Business, tekanan terhadap IHSG disebabkan oleh penurunan enam indeks sektoral. 

Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 3,07%, diikuti sektor barang konsumer non primer yang turun 2,24%, sektor energi 1,43%, dan sektor teknologi 1,32%.

Sementara itu, beberapa sektor masih mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur naik 0,94%, sektor kesehatan meningkat 0,78%, dan sektor perindustrian tumbuh 0,75%.

Total volume perdagangan saham di BEI pada hari tersebut mencapai 18,16 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,77 triliun. 

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 307 saham mengalami penurunan, 298 saham menguat, dan 188 saham stagnan.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar, mencapai Rp 1,10 triliun di seluruh pasar.

Namun asing juga tercatat banyak mengoleksi saham-saham ini di tengah tren penurunan IHSG.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 83,46 miliar
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 80,0 miliar
3. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 57,75 miliar
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 49,61 miliar
5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 28,44 miliar
6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 16,48 miliar
7. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 10,77 miliar
8. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) Rp 8,8 miliar
9. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 8,62 miliar
10. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 8,58 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini