Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Saham Asia Pasifik Dibuka Menguat Didukung Sentimen Positif dari Wall Street

 

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi pada Jumat (25/4/2025) setelah Wall Street mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut, didorong oleh kenaikan saham-saham teknologi.

Sentimen investor juga membaik seiring dengan meredanya retorika tarif dari Amerika Serikat (AS), yang dinilai memberikan harapan terhadap iklim perdagangan global. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,91%, sedangkan Topix menguat 0,88% pada awal perdagangan. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,03% dan indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik 0,6%, menyusul laporan bahwa negara tersebut semakin mendekati kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong berada pada level 22.158, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di posisi 21.909,76. Sementara itu, pasar saham Australia tutup karena hari libur nasional.

Di pasar AS, kontrak berjangka S&P 500 tercatat naik 0,3%, sedangkan kontrak berjangka Nasdaq-100 naik 0,4%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average bergerak mendatar.

Pada penutupan perdagangan semalam di Wall Street, ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan. 

Indeks S&P 500 menguat 2,03% menjadi 5.484,77, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 2,74% ke level 17.166,04. Indeks Dow Jones Industrial Average tertinggal dengan kenaikan 1,23% atau 486,83 poin, ditutup pada 40.093,40, setelah terbebani penurunan saham IBM sebesar 6,6%.

Saham-saham teknologi besar seperti Nvidia, Meta, Amazon, Tesla, dan Microsoft mencatatkan penguatan, yang turut mendorong indeks-indeks utama naik untuk hari ketiga berturut-turut.

"Investor mulai merasa lebih nyaman dengan ketidakpastian terkait tarif, seiring dengan masuknya laporan keuangan perusahaan," ujar Louis Navellier, Ketua dan Pendiri Navellier & Associates. 

Ia menambahkan bahwa pasar tampaknya sedang memosisikan diri untuk menghadapi potensi pengurangan jangka pendek atas tarif tinggi yang diberlakukan terhadap produk-produk dari Tiongkok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)