Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Saham BBCA Terjun 12,94% saat Pembukaan Perdagangan Hari Selasa (8/4)

 

Pergerakan harga saham BBCA terjun saat pedagangan hari pertama pasca Libur Lebaran 2025. Tepatnya pada Selasa, 8 April, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami trading halt atau penghentian sementara perdagangan karena penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG Dibuka Anjlok 9,19% ke 5.912,06 dibandingkan dari hari terakhir perdagangan Kamis (27/4) lalu.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang menjadi salah LQ45 yang alami penurunan terbesar.

ATM BCA

Selasa (8/4) saham BBCA (Bank Central Asia Tbk) membuka perdagangan dengan penurunan tajam. Saat bursa dibuka pada hari perdagangan pasca lebaran 2025, saham BBCA persis di harga penutupan Rp 7.400 per saham.

Dibandingkan dengan penutupan Kamis (27/3) dua pekan lalu, harga saham BBCA turun 12,94% dari Rp 8.500. Pada saat itu, saham BBCA dibuka di bawah harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 7.400 per saham.

Mencatatkan harga tertinggi Rp 7.400 dan harga terendah Rp 7.400, saham BBCA ditutup naik Rp 1.100 per saham dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga bid Rp 7.400 per saham. Di lain sisi, harga offer terendah di Rp 7.425 per saham.

Melansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 653,60 miliar, sedangkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 883.242 lot.

Pada 8 April 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penyesuaian terhadap kebijakan trading halt dan auto rejection bawah (ARB) untuk memastikan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. ​

Kebijakan Trading Halt

BEI menetapkan penghentian sementara perdagangan (trading halt) jika terjadi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam satu hari bursa sebagai berikut:​

  • Trading halt selama 30 menit apabila IHSG turun lebih dari 8%.​
  • Trading halt tambahan selama 30 menit jika IHSG mengalami penurunan lanjutan melebihi 15%.​
  • Trading suspend (penghentian perdagangan) jika IHSG turun lebih dari 20%, dengan ketentuan:​ Penghentian hingga akhir sesi perdagangan.​ Kemudian, dapat diperpanjang lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).​

Kebijakan Auto Rejection Bawah (ARB)

BEI menyesuaikan batasan ARB menjadi maksimal 15% untuk seluruh rentang harga saham yang tercatat di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, termasuk Exchange-Traded Fund (ETF) serta Dana Investasi Real Estat (DIRE). ​

Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga volatilitas pasar dan memastikan perlindungan investor. BEI juga mempertimbangkan praktik terbaik di bursa global serta masukan dari pelaku pasar dalam menerapkan kebijakan ini.

Tentunya, investor wajib memantau pergerakan saham BBCA dan juga kondisi IHSG yang melemah pada Sesi I Selasa, 8 April 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini