Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Harga Saham BBCA Terjun 12,94% saat Pembukaan Perdagangan Hari Selasa (8/4)

 

Pergerakan harga saham BBCA terjun saat pedagangan hari pertama pasca Libur Lebaran 2025. Tepatnya pada Selasa, 8 April, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami trading halt atau penghentian sementara perdagangan karena penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG Dibuka Anjlok 9,19% ke 5.912,06 dibandingkan dari hari terakhir perdagangan Kamis (27/4) lalu.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang menjadi salah LQ45 yang alami penurunan terbesar.

ATM BCA

Selasa (8/4) saham BBCA (Bank Central Asia Tbk) membuka perdagangan dengan penurunan tajam. Saat bursa dibuka pada hari perdagangan pasca lebaran 2025, saham BBCA persis di harga penutupan Rp 7.400 per saham.

Dibandingkan dengan penutupan Kamis (27/3) dua pekan lalu, harga saham BBCA turun 12,94% dari Rp 8.500. Pada saat itu, saham BBCA dibuka di bawah harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp 7.400 per saham.

Mencatatkan harga tertinggi Rp 7.400 dan harga terendah Rp 7.400, saham BBCA ditutup naik Rp 1.100 per saham dalam sehari.

Pada saat penutupan, harga bid Rp 7.400 per saham. Di lain sisi, harga offer terendah di Rp 7.425 per saham.

Melansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 653,60 miliar, sedangkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 883.242 lot.

Pada 8 April 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penyesuaian terhadap kebijakan trading halt dan auto rejection bawah (ARB) untuk memastikan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien. ​

Kebijakan Trading Halt

BEI menetapkan penghentian sementara perdagangan (trading halt) jika terjadi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam satu hari bursa sebagai berikut:​

  • Trading halt selama 30 menit apabila IHSG turun lebih dari 8%.​
  • Trading halt tambahan selama 30 menit jika IHSG mengalami penurunan lanjutan melebihi 15%.​
  • Trading suspend (penghentian perdagangan) jika IHSG turun lebih dari 20%, dengan ketentuan:​ Penghentian hingga akhir sesi perdagangan.​ Kemudian, dapat diperpanjang lebih dari satu sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).​

Kebijakan Auto Rejection Bawah (ARB)

BEI menyesuaikan batasan ARB menjadi maksimal 15% untuk seluruh rentang harga saham yang tercatat di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, termasuk Exchange-Traded Fund (ETF) serta Dana Investasi Real Estat (DIRE). ​

Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga volatilitas pasar dan memastikan perlindungan investor. BEI juga mempertimbangkan praktik terbaik di bursa global serta masukan dari pelaku pasar dalam menerapkan kebijakan ini.

Tentunya, investor wajib memantau pergerakan saham BBCA dan juga kondisi IHSG yang melemah pada Sesi I Selasa, 8 April 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini