Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Hartadinata Abadi (HRTA) Klaim Penjualan Emas Batangan Melesat Selama Lebaran 2025

 

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyadari permintaan emas batangan terus meningkat di kalangan masyarakat akhir-akhir ini seiring lonjakan harga komoditas tersebut. HRTA pun menyiapkan strategi untuk memastikan pasokan emas batangan di pasar tetap terjaga.

Mengutip Bloomberg, harga emas dunia masih menunjukkan tren kenaikan. Pada Rabu (23/4) pukul 11.35 WIB, harga emas spot berada di level US$ 3.340,24 per ons troi, turun 1,19% dari sehari sebelumnya. Sejak awal tahun, harga emas telah melesat 27,27% year to date (ytd).

Harga logam mulia Antam juga sempat menembus level Rp 2.039.000 per gram pada Selasa (22/4), sebelum akhirnya terkoreksi Rp 48.000 menjadi Rp 1.991.000 per gram pada Rabu (23/4).

Direktur Investor Relation Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda menyampaikan, permintaan terhadap emas batangan di HRTA cukup tinggi. Sebagai gambaran, pada periode Lebaran 2025 lalu, penjualan emas batangan HRTA dapat meningkat lebih dari 30%. Adapun untuk realisasi penjualan yang lebih lengkap masih menunggu rilis laporan keuangan perusahaan.

“Kami optimistis dengan tingginya animo masyarakat saat ini terhadap pembelian emas batangan, maka realisasi penjualan dapat bertumbuh di atas rata-rata persentase,” ujar dia, Selasa (22/4) malam.

HRTA juga menyebut, banyak pelanggan yang melakukan pre-order (PO) emas batangan hingga 14 hari. Tren tersebut diakui juga terjadi pada manufaktur-manufaktur emas lainnya dengan menyesuaikan pasokan emas batangan di dalam negeri.

Pihak HRTA juga berusaha memperkuat kemampuan produksi emas batangan serta selalu bersinergi dengan produsen emas lain demi mengamankan pasokan bahan baku. “Kami masih memiliki opsi untuk impor bahan baku dari luar negeri,” tandas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)