Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Hartadinata Abadi (HRTA) Klaim Penjualan Emas Batangan Melesat Selama Lebaran 2025

 

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyadari permintaan emas batangan terus meningkat di kalangan masyarakat akhir-akhir ini seiring lonjakan harga komoditas tersebut. HRTA pun menyiapkan strategi untuk memastikan pasokan emas batangan di pasar tetap terjaga.

Mengutip Bloomberg, harga emas dunia masih menunjukkan tren kenaikan. Pada Rabu (23/4) pukul 11.35 WIB, harga emas spot berada di level US$ 3.340,24 per ons troi, turun 1,19% dari sehari sebelumnya. Sejak awal tahun, harga emas telah melesat 27,27% year to date (ytd).

Harga logam mulia Antam juga sempat menembus level Rp 2.039.000 per gram pada Selasa (22/4), sebelum akhirnya terkoreksi Rp 48.000 menjadi Rp 1.991.000 per gram pada Rabu (23/4).

Direktur Investor Relation Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda menyampaikan, permintaan terhadap emas batangan di HRTA cukup tinggi. Sebagai gambaran, pada periode Lebaran 2025 lalu, penjualan emas batangan HRTA dapat meningkat lebih dari 30%. Adapun untuk realisasi penjualan yang lebih lengkap masih menunggu rilis laporan keuangan perusahaan.

“Kami optimistis dengan tingginya animo masyarakat saat ini terhadap pembelian emas batangan, maka realisasi penjualan dapat bertumbuh di atas rata-rata persentase,” ujar dia, Selasa (22/4) malam.

HRTA juga menyebut, banyak pelanggan yang melakukan pre-order (PO) emas batangan hingga 14 hari. Tren tersebut diakui juga terjadi pada manufaktur-manufaktur emas lainnya dengan menyesuaikan pasokan emas batangan di dalam negeri.

Pihak HRTA juga berusaha memperkuat kemampuan produksi emas batangan serta selalu bersinergi dengan produsen emas lain demi mengamankan pasokan bahan baku. “Kami masih memiliki opsi untuk impor bahan baku dari luar negeri,” tandas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini