Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Segar Kumala Indonesia (BUAH) akan Bagikan Dividen Rp 23 Miliar dari Laba Tahun 2023

 

Emiten importir dan pedagang buah-buahan dan produk daging beku, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) sepakat membagikan dividen sebesar Rp 23 miliar, atau Rp 23 per lembar saham. Angka itu setara dengan 59% dari laba bersih tahun 2023.

“Dengan pencapaian tersebut, kami akan membagikan dividensebesar Rp 23 miliar pada tahun ini, setara 59% dari laba kami tahun 2023," ujar Direktur Utama Segar Kumala Indonesia Renny Lauren dalam Paparan Public Expose, Kamis (2/5). 

Untuk diketahui, BUAH membukukan laba bersih sebesar Rp 38,8 miliar pada tahun 2023. Raihan ini meningkat 45,7% dibanding tahun 2022 yang sebesar Rp 26,61 miliar.  
Raihan penjualan ini juga melebihi target yang telah ditetapkan oleh tim manajemen yaitu sebesar 30% atau Rp 33,5 miliar.

Sementara itu, BUAH juga mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,78 triliun atau naik 28% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,63 triliun. 

BUAH juga mencatatkan beban pokok penjualan Rp 1,63 triliun atau naik dari posisi sama akhir 2022 sebesar Rp 1,26 triliun. Sehingga laba kotor yang tercatatkan yakni Rp 152,40 miliar di sepanjang 2023. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini