Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Melemah, Terseret Pelemahan Wall Street

 

Bursa Asia kembali melemah pada perdagangan Kamis (30/5) pagi. Pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 turun 890,85 poin atau 2,23% ke 37.685,33, Hang Seng turun 53,23 poin atau 0,29% ke 18.423,78, Taiex turun 221,09 poin atau 1,06% ke 21.432,18.

Kospi turun 18,66 poin atau 0,70% ke 2.658,56, ASX 200 turun 40,53 poin atau 0,52% ke 7.626,10, Straits Times turun 5,24 poin atau 0,15% ke 3.317,89 dan FTSE Malaysia turun 1,15 poin atau 0,07% ke 1.604,27. 

Bursa Asia melemah, mengekor pelemahan Wall Street, imabs lemahnya penjualan treasury AS yang memperkuat kekhawatiran kenaikan yield obligasi AS.

"Pasar saham Asia akan melemah, menyusul kejatuhan Wall Street dan seiring lemahnya pasar obligasi global yang melemahkan risk appetite," kata Tony Sycamore, analis pasar IG Australia seperti dikutip Bloomberg.

Meningkatnya imbal hasil Treasury AS mendorong penguatan dolar, yang pada gilirannya memukul mata uang Asia, termasuk yen Jepang dan yuan China.

Dalam Beige Book yang dirilis The Fed menyebutkan, perekonomian AS berkembang moderat, ekonomi di sebagian besar wilayah tumbuh sejak April.

Sementara itu, Gubernur The Fed Jerome Powell dan rekan-rekannya telah menekankan perlunya lebih banyak bukti bahwa inflasi berada pada jalur menuju target 2% yang ditetapkan sebelum The Fed memangkas suku bunga acuan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini