Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Simak Rekomendasi Saham JPFA, TKIM dan ACES untuk Perdagangan Kamis (30/5)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 113,39 poin atau ambles 1,56% ke posisi 7.140,22 pada perdagangan Rabu (29/5). 

Founder Stocknow.id Hendra Wardana melihat secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penurunan untuk menguji support dynamic yang cukup kuat pada MA200 di level 7.083. Sementara dari indikator stochastic masih menunjukkan trend bearish ke area oversold20.

Hendra memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis (30/5). IHSG akan menguji level support dynamic pada level 7.083 dan resistance di level 7.183.

"Pelemahan saham-saham perbankan yang menjadi pemberat IHSG pada perdagangan kemarin masih berpotensi melanjutkan pelemahan," kata Hendra kepada Kontan.co.id dalam risetnya, Kamis (30/5).

Dari sentimen eksternal, indeks mayor di AS mengalami pelemahan cukup dalam. Hal ini dapat menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar saham global yang bisa berdampak ke pasar saham Asia.

Di sisi lain, IMF meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2024 menjadi 5%. Sebelumnya IMF memproyeksikan pertumbuhan 4,6% pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi China ditaksir melambat ke 4,5% pada tahun 2025.

IMF melihat perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah China untuk mendorong ekonominya yang tengah tertekan. 

"Keputusan itu didorong oleh data PDB kuaral I yang kuat serta langkah-langkah kebijakan terbaru yang diambil pemerintah," tandas Hendra.

Berikut rekomendasi saham yang menarik dicermati untuk perdagangan hari ini:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Strategi: swing trade dengan pertimbangan buy di level harga Rp 1.400.

Target harga 1: Rp 1.450
Target harga 2: Rp 1.475
Stoploss: Rp 1.350.

2. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)

Strategi: swing trade dengan pertimbangan buy di level harga Rp 9.000

Target harga 1: Rp 9.300
Target harga 2: Rp 9.475
Stoploss: Rp 8.675.

3. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

Strategi: speculative buy dengan pertimbangan buy di level harga Rp 825

Target harga 1: Rp 850
Target harga 2: Rp 865
Stoploss: Rp 800.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini