Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Remala Abadi (DATA) Pasang Harga IPO Rp 188, Bakal Raup Dana Segar Rp 51,70 Miliar

 

Perusahaan penyedia jasa internet, PT Remala Abadi Tbk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 188 per saham. 

Dengan menawarkan 275 juta saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan di tempat setor, maka calon emiten dengan kode saham DATA ini bakal memperoleh dana Rp 51,70 miliar. 

Periode penawaran umum sudah dimulai hingga 3 Mei 2024. Untuk melancarkan aksinya, Remala Abadi menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. 

Rencananya sekitar Rp 19,97 miliar dari dana perolehan IPO bakal digunakan untuk mengambil alih saham atau mengakuisisi PT Fiber Media Indonesia sebanyak 850 saham, yang setara dengan 85% kepemilikan saham. 

Sebesar Rp 26,88 miliar akan digunakan untuk pembelian aset, berupa DWDM (Dense Wavelength-Division Multiplexing, tiang jaringan fiber optic, kabel optik dan membeli tanah dan bangunan. 

Kemudian sisa dana dari gelaran IPO ini akan digunakan oleh Remala Abadi untuk modal kerja. Terutama untuk biaya pemasaran dan promosi jasa dan layanan yang dimiliki DATA. 

Jika tidak ada aral melintang, DATA akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Mei 2024. Sementara itu, saham akan didistribusikan secara elektronik pada 6 Mei 2024. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini