Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Remala Abadi (DATA) Pasang Harga IPO Rp 188, Bakal Raup Dana Segar Rp 51,70 Miliar

 

Perusahaan penyedia jasa internet, PT Remala Abadi Tbk resmi menetapkan harga penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 188 per saham. 

Dengan menawarkan 275 juta saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan di tempat setor, maka calon emiten dengan kode saham DATA ini bakal memperoleh dana Rp 51,70 miliar. 

Periode penawaran umum sudah dimulai hingga 3 Mei 2024. Untuk melancarkan aksinya, Remala Abadi menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek. 

Rencananya sekitar Rp 19,97 miliar dari dana perolehan IPO bakal digunakan untuk mengambil alih saham atau mengakuisisi PT Fiber Media Indonesia sebanyak 850 saham, yang setara dengan 85% kepemilikan saham. 

Sebesar Rp 26,88 miliar akan digunakan untuk pembelian aset, berupa DWDM (Dense Wavelength-Division Multiplexing, tiang jaringan fiber optic, kabel optik dan membeli tanah dan bangunan. 

Kemudian sisa dana dari gelaran IPO ini akan digunakan oleh Remala Abadi untuk modal kerja. Terutama untuk biaya pemasaran dan promosi jasa dan layanan yang dimiliki DATA. 

Jika tidak ada aral melintang, DATA akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Mei 2024. Sementara itu, saham akan didistribusikan secara elektronik pada 6 Mei 2024. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)