Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Gencar Ekspansi Jaringan, Intip Rekomendasi Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI)

 

Kinerja PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) atau Surge diproyeksikan masih bertumbuh pada 2024. Ini seiringan dengan rencana ekspansi jaringan WIFI di sepanjang jalur kereta di Pulau Jawa. 

Financial Analyst Stock Now Abdul Haq mencermati dengan adanya pertumbuhan kinerja, terutama bottom line para emiten telko mencerminkan adanya potensi usaha yang menarik di sektor telekomunikasi. 

Di tahun lalu, Surge mengantongi laba bersih Rp 58,54 miliar atau tumbuh 0,09% secara tahunan dari Rp 58,48 miliar di 2022. 

WIFI saat ini masih menguasai segmen bisnis telekomunikasi fiber optic di jalur kereta. WIFI mengincar pertumbuhan bisnis backbone dan bandwidth serta perluasan dari Edge Data Center di 2024. 

Emiten yang telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), yakni Qualcomm Technologies Inc ini juga masih fokus untuk memperkuat ekspansi di sepanjang jalur kereta di Pulau Jawa. 

“Dengan memperhatikan bahwa di sepanjang rute tersebut terdapat lebih dari 40 juta keluarga yang semakin membutuhkan konektivitas yang lebih kuat dan terjangkau dari waktu ke waktu,” kata Abdul dalam paparannya, Selasa (14/5). 

Secara valuasi, saham WIFI juga diperdagangkan dengan valuasi Price Earning Ratio (PER) di level 6,69 kali. Jika dibandingkan perusahaan sejenis, ini jauh di bawah TLKM di 12,6 kali dan ISAT 19,01 kali. 

Potensi pendapatan WIFI juga masih sangat besar dengan ceruk pasar yang luas. Ini tercermin dari capaian kinerja sepanjang 2023 dan berpotensi meningkat  di 2024. 

Abdul merekomendasikan beli saham WIFI di level Rp 160 per saham dengan target harga di Rp 175 per saham dengan memperhatikan area stop loss di area Rp 154 per saham. 

Sementara itu, Technical Analyst Bahana Sekuritas Dimas Wahyu Putra mencermati secara teknikal, WIFI memiliki target resistance terdekat di level Rp 168 per saham dengan support di level Rp 150 per saham. 

“Menarik apabila saham WIFI berhasil Break Out level 168 berpotensi melanjutkan penguatan level 208,” katanya. 

Pada perdagangan Selasa (14/5) pukul 9:30 WIB, harga saham WIFI berdara di posisi Rp 172 per saham atau menguat 3,61% dari penutupan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan ini, WIFI sudah menguat 11,69%. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini