Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

WH-Project Rekomendasikan Buy: TPIA, BBNI, HMSP, dan NCKL Untuk Senin (20/5)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,97% dan naik 70,542 poin ke level 7.317,238 pada penutupan perdagangan Jumat (17/5). 

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto memproyeksikan, IHSG berpotensi menguat, di sekitara 7.287-7.400 pada perdagangan Senin (20/5). 

William mengatakan, kesimpulan dari perdagangan hari sebelumnya, Jumat (17/5), pergerakan IHSG semakin mantap menguat, ditopang dengan beragam saham-saham big caps, bahkan saham-saham perbankan yang sebelumnya adalah beban IHSG, kini ikut menjadi penopang.

Net sell asing juga telah berubah menjadi net buy, walaupun belum terjadi dalam jumlah besar tetapi sudah cukup membantu meningkatkan optimisme pasar dan memberikan sinyal ke mana kemungkinan rotasi sektor berikutnya,” kata William dalam riset harian, Senin (20/5).

Sedangkan dari nilai tukar rupiah, William bilang, terlihat adanya penguatan dan ini menjadi sentimen positif tambahan. Sentimen positif penguatan rupiah terutama berlaku untuk saham-saham seperti sektor perbankan dan properti. 

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya juga telah menembus resistance demi resistance, IHSG melanjutkan penguatan hingga menembus level 7.300 sebagai level resistance psikologis. Di mana, posisi candlestick di atas MA5 dan MA20 menunjukkan tren IHSG yang menguat.

“Sehingga arah target selanjutnya ada pada 7.400 dan memiliki peluang IHSG untuk kembali ke level all time high,” kata William. 

Memperhatikan faktor-faktor di atas, berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal, untuk perdagangan Senin (20/5). 

1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 8.800
  • Resistance: Rp 9.350

2. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI

Analisa: Pengujian resistance pada 5425 dalam tren menguat.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 5.100
  • Resistance: Rp 5.425

Baca Juga: Siap-Siap, Waktu Belanja Saham Segera Tiba

3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP

Analisa: Potensi menguat menutup gap pada 850.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 750
  • Resistance: Rp 850

4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 970
  • Resistance: Rp 1.105

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)