Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

WH-Project Rekomendasikan Buy: TPIA, BBNI, HMSP, dan NCKL Untuk Senin (20/5)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,97% dan naik 70,542 poin ke level 7.317,238 pada penutupan perdagangan Jumat (17/5). 

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto memproyeksikan, IHSG berpotensi menguat, di sekitara 7.287-7.400 pada perdagangan Senin (20/5). 

William mengatakan, kesimpulan dari perdagangan hari sebelumnya, Jumat (17/5), pergerakan IHSG semakin mantap menguat, ditopang dengan beragam saham-saham big caps, bahkan saham-saham perbankan yang sebelumnya adalah beban IHSG, kini ikut menjadi penopang.

Net sell asing juga telah berubah menjadi net buy, walaupun belum terjadi dalam jumlah besar tetapi sudah cukup membantu meningkatkan optimisme pasar dan memberikan sinyal ke mana kemungkinan rotasi sektor berikutnya,” kata William dalam riset harian, Senin (20/5).

Sedangkan dari nilai tukar rupiah, William bilang, terlihat adanya penguatan dan ini menjadi sentimen positif tambahan. Sentimen positif penguatan rupiah terutama berlaku untuk saham-saham seperti sektor perbankan dan properti. 

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya juga telah menembus resistance demi resistance, IHSG melanjutkan penguatan hingga menembus level 7.300 sebagai level resistance psikologis. Di mana, posisi candlestick di atas MA5 dan MA20 menunjukkan tren IHSG yang menguat.

“Sehingga arah target selanjutnya ada pada 7.400 dan memiliki peluang IHSG untuk kembali ke level all time high,” kata William. 

Memperhatikan faktor-faktor di atas, berikut beberapa saham yang direkomendasikan secara teknikal, untuk perdagangan Senin (20/5). 

1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 8.800
  • Resistance: Rp 9.350

2. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI

Analisa: Pengujian resistance pada 5425 dalam tren menguat.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 5.100
  • Resistance: Rp 5.425

Baca Juga: Siap-Siap, Waktu Belanja Saham Segera Tiba

3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP

Analisa: Potensi menguat menutup gap pada 850.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 750
  • Resistance: Rp 850

4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)

Analisa: Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20.

  • Rekomendasi: Buy
  • Support: Rp 970
  • Resistance: Rp 1.105

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini