Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Loyo, Rupiah Spot Dibuka Melemah Pada Perdagangan Jumat (19/4) Pagi

 

Rupiah spot dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat (19/4). Pukul 09.01 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.261 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,52% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 16.179 per dolar AS.

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 1,25%, disusul pesso Filipina yang melemah 0,59%, rupiah melemah 0,52%, dolar Taiwan melemah 0,44%, dolar Singapura melemah 0,20%, baht Thauland melemah 0,15%, ringgit Malaysia melemah 0,09% dan yuan China melemah 0,04% terhadap dolar AS.

Sedangkan yen Jepang dan dolar Hong Kong menguat terhadap dolar AS dengan penguatan masing-masing 0,37% dan 0,01%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 106,26, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 106,15. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus berupaya menjaga stabilitas rupiah.

"Bank Indonesia akan terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga melalui itervensi forex dan langkah-langkah lain yang diperlukan," ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Jumat (19/4).

Menurutnya, BI akan terus mengelola aliran portofolio asing dengan cara yang ramah pasar. Perry juga menambahkan, komitmen kuat BI terhadap stablisasi nilai tukar merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan eksternal.

Perry juga menekankan, Indonesia dapat menghadapi risiko global melalui kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati dan terkoordinasi erat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025