Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Loyo, Rupiah Spot Dibuka Melemah Pada Perdagangan Jumat (19/4) Pagi

 

Rupiah spot dibuka melemah pada awal perdagangan Jumat (19/4). Pukul 09.01 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.261 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,52% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 16.179 per dolar AS.

Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 1,25%, disusul pesso Filipina yang melemah 0,59%, rupiah melemah 0,52%, dolar Taiwan melemah 0,44%, dolar Singapura melemah 0,20%, baht Thauland melemah 0,15%, ringgit Malaysia melemah 0,09% dan yuan China melemah 0,04% terhadap dolar AS.

Sedangkan yen Jepang dan dolar Hong Kong menguat terhadap dolar AS dengan penguatan masing-masing 0,37% dan 0,01%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 106,26, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 106,15. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus berupaya menjaga stabilitas rupiah.

"Bank Indonesia akan terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga melalui itervensi forex dan langkah-langkah lain yang diperlukan," ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Jumat (19/4).

Menurutnya, BI akan terus mengelola aliran portofolio asing dengan cara yang ramah pasar. Perry juga menambahkan, komitmen kuat BI terhadap stablisasi nilai tukar merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan eksternal.

Perry juga menekankan, Indonesia dapat menghadapi risiko global melalui kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati dan terkoordinasi erat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)