Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Harga Minyak Menguat Usai Israel Mempertimbangkan Respons Terhadap Serangan Iran

 

Harga minyak naik pada awal perdagangan hari ini, di tengah meningkatnya. Hal ini karena  ketegangan di Timur Tengah setelah panglima militer Israel mengatakan negaranya akan menanggapi serangan rudal dan drone Iran pada akhir pekan di tengah seruan sekutu untuk menahan diri.

Selasa (16/4) pukul 07.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juni 2024 naik 46 sen atau 0,5% menjadi US$ 90,56 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2024 naik 43 sen atau 0,5% ke US$ 85,84 per barel.

Harga minyak mengakhiri sesi Senin (15/4) lebih rendah setelah serangan Iran terhadap Israel pada akhir pekan terbukti tidak terlalu merusak dibandingkan yang diperkirakan, yang pada awalnya mengurangi kekhawatiran akan konflik yang semakin intensif yang dapat menggantikan barel minyak mentah.

Serangan tersebut, yang oleh Iran disebut sebagai pembalasan atas serangan udara terhadap konsulatnya di Damaskus, hanya menyebabkan kerusakan ringan, dengan rudal yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Iron Dome Israel.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin memanggil kabinet perangnya untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam. Hal tersebut untuk mempertimbangkan bagaimana bereaksi terhadap serangan langsung Iran yang pertama terhadap Israel, kata sumber pemerintah.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa tindakan pembalasan dapat berdampak pada pasokan minyak.

Iran memproduksi lebih dari 3 juta barel minyak mentah per hari sebagai produsen utama dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Harga minyak acuan telah meningkat pada hari Jumat untuk mengantisipasi serangan balasan Iran, dengan harga melonjak ke level tertinggi sejak Oktober.

Di China, importir minyak terbesar dunia, angka produk domestik bruto resmi yang dirilis pada hari Selasa diperkirakan menunjukkan pertumbuhan melambat menjadi 4,6% tahun-ke-tahun dari 5,2% pada tiga bulan sebelumnya.

Hal ini akan mempertahankan tekanan pada pembuat kebijakan untuk mengungkap lebih banyak langkah stimulus ekonomi yang dapat meningkatkan harga minyak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025