Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Menguat di Pagi Ini (2/4), Simak Sentimen yang Menopangnya

 

Bursa Asia dibuka cenderung menguat pada hari ini. Selasa (2/4), pukul 08.30 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,5% ke 40.003,69. Sejalan, Hang Seng dibuka melonjak 2,14% ke 16.894,85.

Sementara itu, indeks Taiex naik 1% ke 20.423,73 dan indeks Kospi naik 0,16% menjadi 2.752,32. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 naik 0,12% ke 7.906,2

Di sisi lain, FTSE Straits Times bergerak tipis ke 3.234,74. Sedangkan FTSE Malay melemah 0,17% ke 1.542,12.

Bursa Asia cenderung menguat karena investor menilai data ekonomi dari Korea Selatan dan Australia. 

Tingkat inflasi Korea Selatan pada bulan Maret tetap stabil di angka 3,1%, sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Aktivitas pabrik Australia mengalami kontraksi pada laju tercepat sejak Mei 2020, dengan indeks manajer pembelian turun menjadi 47,3 pada bulan Maret dari 47,8 pada bulan Februari.

Sementara itu, data aktivitas pabrik dari India juga akan dirilis hari ini, dengan para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan angka PMI yang lebih kuat sebesar 59,4.

Semalam di AS, ketiga indeks utama berakhir beragam karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 13 basis poin menjadi 4,319%.

Di mana, indeks Dow Jones ditutup turun 0,6%, dan S&P 500 melemah 0,2%. Sedangkan indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi ditutup naik 0,11%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)