Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Pendapatan dan Laba Bersih Ekalya Purnamasari (ELPI) Kompak Tumbuh Dua Digit

 

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil mencetak pertumbuhan signifikan pendapatan pada kuartal I-2024. Pendapatan dan laba bersih ELPI kompak tumbuh dua digit. 

Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2024, ELPI membukukan pendapatan sebesar Rp 300,62 miliar. Ini tumbuh 41,44% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 212,55 miliar.

Rinciannya pendapatan sewa kapal berkontribusi sebesar Rp 283,35 miliar yang naik 34,61% YoY. Kemudian pendapatan lain-lain mencapai Rp 7,27 miliar yang melesat 253,62% secara tahunan.

Dari sisi bottom line, ELPI mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 66,41 miliar, yang berhasil melonjak 56,74% YoY dari Rp 42,37 miliar. 

Eka Taniputra, Direktur Utama Ekalya Purnamasari mengatakan peningkatan utilisasi yang lebih tinggi, efisien dan pembaharuan kontrak existing maupun kontrak baru memberikan kontribusi positif di kuartal I-2024.   

Kemudian dari aspek solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) ELPI berada di level 24%. Kemudian Debt Service Ratio (DSCR) dan Current Ratio masing-masing tercatat sebesar 1,97% dan 728%. 

Berdasarkan segmennya, offshore masih mendominasi pendapatan sejumlah Rp 198,03 miliar. Sementara itu, segmen non-offshore berkontribusi sebesar Rp 10,59 miliar dari keseluruhan pendapatan ELPI. 

Direktur Keuangan Ekalya Purnamasari Efilya Kusumadewi menjelaskan sampai kuartal I-2024, ELPI sedang berupaya untuk mengeksplorasi wilayah operasional baru.  

"Terutama dari lini bisnis transshipment sebagai langkah utama dalam mitigasi pengaruh faktor alam atau cuaca buruk terhadap keberlangsungan operasional perusahaan," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (30/4). 

Ke depannya, lanjut Efilya, pihaknya memproyeksikan kinerja ELPI akan lebih baik pada 2024 dengan melakukan perluasan wilayah operasional dan ekspansi lini bisnis baru. 

"Baik melalui pengalokasian modal kerja atau capex untuk ekspansi dan eksplorasi entitas usaha dan afiliasi yang dimiliki saat ini, serta penambahan armada baru," pungkas dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini