Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pendapatan dan Laba Bersih Ekalya Purnamasari (ELPI) Kompak Tumbuh Dua Digit

 

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berhasil mencetak pertumbuhan signifikan pendapatan pada kuartal I-2024. Pendapatan dan laba bersih ELPI kompak tumbuh dua digit. 

Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2024, ELPI membukukan pendapatan sebesar Rp 300,62 miliar. Ini tumbuh 41,44% secara tahunan atau year on year (YoY) dari Rp 212,55 miliar.

Rinciannya pendapatan sewa kapal berkontribusi sebesar Rp 283,35 miliar yang naik 34,61% YoY. Kemudian pendapatan lain-lain mencapai Rp 7,27 miliar yang melesat 253,62% secara tahunan.

Dari sisi bottom line, ELPI mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 66,41 miliar, yang berhasil melonjak 56,74% YoY dari Rp 42,37 miliar. 

Eka Taniputra, Direktur Utama Ekalya Purnamasari mengatakan peningkatan utilisasi yang lebih tinggi, efisien dan pembaharuan kontrak existing maupun kontrak baru memberikan kontribusi positif di kuartal I-2024.   

Kemudian dari aspek solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) ELPI berada di level 24%. Kemudian Debt Service Ratio (DSCR) dan Current Ratio masing-masing tercatat sebesar 1,97% dan 728%. 

Berdasarkan segmennya, offshore masih mendominasi pendapatan sejumlah Rp 198,03 miliar. Sementara itu, segmen non-offshore berkontribusi sebesar Rp 10,59 miliar dari keseluruhan pendapatan ELPI. 

Direktur Keuangan Ekalya Purnamasari Efilya Kusumadewi menjelaskan sampai kuartal I-2024, ELPI sedang berupaya untuk mengeksplorasi wilayah operasional baru.  

"Terutama dari lini bisnis transshipment sebagai langkah utama dalam mitigasi pengaruh faktor alam atau cuaca buruk terhadap keberlangsungan operasional perusahaan," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (30/4). 

Ke depannya, lanjut Efilya, pihaknya memproyeksikan kinerja ELPI akan lebih baik pada 2024 dengan melakukan perluasan wilayah operasional dan ekspansi lini bisnis baru. 

"Baik melalui pengalokasian modal kerja atau capex untuk ekspansi dan eksplorasi entitas usaha dan afiliasi yang dimiliki saat ini, serta penambahan armada baru," pungkas dia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)